Menkop dan KKP Bangun SPBU Nelayan di Bangka Selatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengembangan koperasi modern di kawasan Kampung Nelayan di Desa Tukak, Bangka Selatan, Jumat (19/12/2025).
Dalam acara ini juga dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan SPBU nelayan (SPBUN) dan gerai, gudang serta sarana pendukung lainnya dari Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Tukak.
Menkop Ferry menegaskan dengan sinergi Kementerian Koperasi (Kemenkop), KKP dan PT Pertamina Patra Niaga di Desa Tukak, maka upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan nelayan di pesisir Desa Tukak dapat diwujudkan.
Baca Juga
Menkop Pastikan Pembangunan 80.000 Kopdes-Gudang Rampung Maret 2026
Menurutnya kehadiran SPBU nelayan yang nantinya akan dikeloka oleh Kopdes Tukak diharapkan dapat meringankan biaya operasional nelayan sekaligus memudahkan akses terhadap biosolar. "Semoga pembangunan SPBU nelayan di Desa Tukak ini bisa berjalan lancar sehingga memberikan manfaat nyata bagi nelayan dan anggota koperasi," katanya.
Ia menambahkan peletakan batu pertama SPBU nelayan di Tukak sebagai jawaban atas kebutuhan energi nelayan yang selama ini belum terakomodasi. Menkop Ferry optimistis pembangunan SPBUN dan gerai Kopdes ini akan memberi multiplier effect bagi desa. "SPBU nelayan ini akan memberi manfaat besar bagi koperasi dan nelayan, terutama dalam menekan biaya dan memperkuat distribusi energi,” ujarnya.
Ia menegaskan kerja sama Kemenkop dengan KKP dan Pertamina Patra Niaga akan memperkuat integrasi program Kampung Nelayan dan Koperasi Merah Putih. Dengan begitu, produksi, pemasaran, dan distribusi dapat berjalan dalam satu rantai nilai berkelanjutan.
“Nota kesepahaman ini adalah kelanjutan kerja sama sebelumnya, sekaligus langkah strategis untuk menyatukan program kampung nelayan dan Kopdes agar saling menguatkan,” jelasnya.
Ferry menyinggung rencana pengadaan kapal melalui program KKP yang akan mendukung aktivitas nelayan. Hal ini diharapkan memperkuat daya saing masyarakat pesisir. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat direplikasi di daerah lain terutama di wilayah pesisir agar terjadi peningkatan taraf hidup masyarakatnya.
"Kolaborasi dan kerja sama ini menjadi role model dan akan terus kita lanjutkan supaya nanti pendirian SPBU nelayan bisa kita replikasi di desa pesisir di seluruh Indonesia," kata Ferry.
Ferry kembali menyinggung soal program pembangunan 80.000 Koperasi Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya program ini menjadi instrumen penting bagi pembangunan ekonomi rakyat yang dimulai dari desa.
Hingga saat ini progres pembangunan aset fisik Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia mencapai sekitar 21 ribuan unit. Sementara invetarisasi tanah desa/kelurahan yang siap dibangun gerai, gudang dan sarana pendukung lainnya mencapai 41 ribuan titik tanah. Untuk selanjutnya tanah-tanah idle tersebut akan disampaikan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk diverifikasi dan dilanjutkan pembangunannya.
Baca Juga
Kemenkop: 92,69% Koperasi Merah Putih sudah Terintegrasi Simkopdes
"Pembangunan dari desa merupakan inti dari salah satu Asta Cita Presiden. Koperasi Desa akan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat yang mampu memperkuat rantai nilai dari produksi hingga distribusi," katanya.
Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Bupati Bangka Selatan Reza Herdavid, Sekda Babel Fery Apriyanto, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdiyanto, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto, serta Ketua Kopdes/Kel Merah Putih Anwar.

