Ngeri! Indonesia Diserbu 3,64 Miliar Serangan Siber Sepanjang 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sekeretaris Jendral Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Ismail mengungkap tingkat ancaman digital Indonesia kini semakin serius. Sepanjang 2025, Indonesia mengalami 3,64 miliar serangan siber, sementara jutaan konten ilegal, judi online, hoaks, dan kebocoran data terus membayangi ruang digital nasional.
Ismail menilai keamanan digital Indonesia masih terfragmentasi dan membutuhkan penanganan lintas sektor. “Nilai tambah digital belum optimal, 75% platform dikuasai global. Keamanan dan tata kelolanya masih perlu perbaikan besar,” tegasnya di Jakarta, dikutip Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, kesenjangan digital juga masih lebar antara kota-desa, pusat-daerah, hingga kualitas layanan publik. Kesenjangan ini menyebabkan transformasi digital tidak berjalan merata.
Untuk menjawab masalah tersebut, Kemenkomdigi sudah menyiapkan empat instrumen utama. Pertama mengenai kebijakan (policy) berbasis sandbox yang memudahkan inovasi teknologi namun tetap memiliki batasan yang jelas.
Baca Juga
Antisipasi Serangan Siber, BFI (BFIN) Anggarkan Rp 300 Miliar 'Capex' IT
Kedua, membentuk regulasi adaptif yang mendorong pemanfaatan digital, bukan menghalangi. Ketiga melakukan koordinasi dan orkestrasi antara kementerian/lembaga (K/L) dan industri untuk menghilangkan hambatan yang selama ini menghambat percepatan digitalisasi.
Terakhir, kata Ismail, pemerintah berkomitmen berinvestasi untuk pembangunan infrastruktur bersama, data center, serta pengembangan talenta digital. Ia menegaskan bahwa empat tahun ke depan menjadi periode krusial.
Baca Juga
Terkendala Biaya, Implementasi Teknologi Keamanan Siber Akun Investasi
“Kami akan cip in pada sektor-sektor yang tidak mungkin di-cover pelaku usaha, termasuk SDM digital yang biayanya sangat besar. Waktu kita sangat singkat. Kita harus melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tutupnya.

