Pemerintah Sudah Punya Strategi Bidik 'Lifting' Minyak 2026 Sebesar 610.000 BOPD, Ini Caranya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis target lifting minyak 2026 yang sebesar 610.000 barrel oil per day (BOPD) bisa tercapai. Sebab, pemerintah sudah memiliki strategi untuk menggenjot lifting minyak nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, angka 610.000 BOPD adalah target minimum. Pemerintah berupaya agar realisasi lifting tahun depan bisa lebih tinggi dari target yang ditetapkan
Baca Juga
Harga Minyak Mentah Indonesia Oktober 2025 Turun Imbas Kesepakatan OPEC+
"Saya hanya bisa comment satu, tahun depan 610.000 barel per hari. Jadi kita semuanya mengarah ke situ, bagaimana kita upayakan bila perlu kita bisa lebih bagus," kata Laode saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Terkait strategi untuk mewujudkan target tersebut, Laode mengatakan bahwa pemerintah masih akan fokus pada pemanfaatan teknologi, seperti enhanced oil recovery (EOR). Sebab, strategi ini sudah terbukti berhasil meningkatkan lifting minyak pada 2025.
Kementerian ESDM mencatat, terjadi peningkatan produksi minyak bumi pada periode Januari–Oktober 2025 sebesar 28.480 barel. Bahkan, lifting minyak tahun ini sudah pernah menembus angka 607.000-610.000 BOPD. "Strateginya kan kita sudah berhasil tahun ini. Kan sudah naik. Berarti strategi ini kita pertahankan," ujar Laode.
Baca Juga
Jelang Nataru, Produksi Minyak Pertamina Hulu Energi Capai 556.000 BOPD
Selain pemanfaatan teknologi EOR, strategi lainnya yang disiapkan pemerintah untuk mencapai target lifting minyak ini adalah penggunaan teknologi, seperti fracking dan horizontal drilling untuk meningkatkan produksi di lapangan minyak yang sudah ada.
Selain itu, pemerintah menawarkan reformasi fiskal, percepatan perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier untuk menarik minat investor hulu migas.

