RI-Rusia Perkuat Kolaborasi, Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kawasan Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kemitraan strategis dengan Federasi Rusia melalui penyelenggaraan Indonesia–Rusia Business Forum and Business Matching di Moscow. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026.
“Indonesia dan Federasi Rusia telah membangun hubungan jangka panjang yang dilandasi saling menghormati dan dialog konstruktif, yang berkembang dari kerja sama politik menjadi kolaborasi konkret di bidang industri, perdagangan, teknologi, dan Pendidikan” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Moscow dalam keterangan tertulisnya dikutip Rabu (10/12/2025).
Baca Juga
Kunjungi Rusia, Menperin Sepakati Kerja Sama Industri Galangan Kapal dan Penelitian Krisotil
Menperin menyampaikan forum ini tidak hanya memperkuat hubungan industri kedua negara. Lebih dari itu, forum ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan agenda strategis yang telah dibangun sepanjang 2025, termasuk pertemuan BRICS Industry Ministers Meeting di Brasilia dan persiapan teknis menjelang INNOPROM 2026.
Salah satu capaian penting dalam business matching kali ini adalah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) oleh Himpunan Kawasan Industri (HKI) dengan dua mitra strategis Rusia, yaitu Association of Industrial Parks of Russia (AIP) dan Foreign Trade Centre (FTC).
MoU tersebut mencakup penguatan kerja sama pengembangan kawasan industri, pertukaran informasi investasi, peningkatan kapasitas manajemen zona industri, serta penjajakan proyek co-development antara pelaku industri Indonesia dan Rusia.
Penandatanganan MoU ini menjadi fondasi baru bagi integrasi rantai pasok dan perluasan investasi melalui konektivitas antar-kawasan industri kedua negara.
Baca Juga
Kemenperin Tegaskan Komitmen Penguatan Pendidikan Vokasi, Siap Berdaya Saing Global
Selain itu, sejumlah kerja sama strategis lainnya tengah difinalisasi, termasuk MoU kerja sama industri, kolaborasi riset mengenai penggunaan aman krisotil, serta penguatan kerja sama di sektor galangan kapal. Dokumen-dokumen ini diharapkan memberikan arah jangka panjang bagi penguatan struktur industri dan peningkatan kapasitas produksi kedua negara.
“Indonesia siap bekerja lebih erat dengan mitra Rusia untuk mewujudkan pertumbuhan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” ungkap Menperin Agus.
Berdasarkan data pada 2024, total perdagangan bilateral nonmigas mencapai US$ 3,9 miliar, meningkat 18,69% sejak 2020. Hingga Oktober 2025, nilai tersebut kembali naik menjadi US$ 4,04 miliar, sementara investasi Rusia di Indonesia pada 2024 tercatat sebesar US$ 262,7 juta.

