PHE OSES Cetak Penurunan Emisi 310 Ribu Ton CO₂e
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas membawa PHE OSES menerima apresiasi Pengelolaan Gas Suar 2025 dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian ESDM, atas keberhasilan mengoptimalkan pemanfaatan gas suar dan menurunkan flaring melaluiinovasi teknis lintas fungsi.
Penghargaan diberikan setelah rangkaian penilaian yang diawali presentasi program pada Agustus 2025, yang melibatkan kolaborasi tim Production Operations (PO), Power & Gas Pabelokan Island (PGPI), dan Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Dalampresentasi tersebut, PHE OSES menyoroti dua inisiatif utama, yaitu program integrasipemanfaatan gas suar (flare recovery) dan program efisiensi energi yang bertajuk REnPII–ENERSYNC.
Program flare recovery diterapkan pada tiga wilayah operasi, yaitu Anjungan Widuri, AnjunganRama, dan fasiltas South Business Unit di Pabelokan. Di Anjungan Widuri, gas suar bertekananrendah dikompresi dan digunakan kembali sebagai fuelgas. Sementara di Anjungan Rama, gas suar dari Rama-P ditarik ke Rama-H menggunakan kombinasi kompresor dan ejector. Sementara di Pabelokan, gas suar dialirkan ke sistem pembangkit listrik untuk menekanpembakaran gas suar sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida. Seluruh proses berlangsung tanpa menghentikan produksi dan memerlukan koordinasi lintas fungsi sertaadaptasi teknis pada fasilitas yang telah beroperasi puluhan tahun.
Baca Juga
PHE Kirim Bantuan Tambahan untuk Korban Banjir Sumatra, Distribusi Logistik Meluas
Di sisi lain, program efisiensi energi REnPII–ENERSYNC meningkatkan performa pembangkitmelalui optimalisasi konfigurasi, sinkronisasi, dan distribusi beban Gas Turbine Generator(GTG), sehingga mampu menghemat konsumsi fuelgas dan meningkatkan pasokan gas yang dijual ke PLN IP Cilegon.
Kedua inisiatif ini menghasilkan capaian yang sangat signifikan, dengan penurunan gas suarrutin hingga 70%, meningkatkan keandalan pembangkit listrik di operasional PHE OSES, dan menjaga pasokan gas bersih ke PLN IP Cilegon yang menghasilkan stabilitas energi di wilayah Banten dan Jakarta. Selain itu program ini juga berhasil menekan emisi karbon hingga 310.649 ton CO₂e.
Penilaian penghargaan dilakukan secara independen oleh Direktorat Teknik & Lingkungan Migas, Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Badan Riset dan InovasiNasional (BRIN), dan akademisi ITB, yang menilai PHE OSES unggul pada aspek teknis, dampak lingkungan, serta konsistensi pelaporan.
"Dengan integrasi sistem yang tepat, gas suar dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sekaligus menurunkan emisi CO₂. Meskipunadanya tantangan seperti cuaca ekstrem dan integrasi teknis dengan pembangkit lama, namunkendala tersebut dapat diselesaikan berkat kerja sama tim serta dukungan manajemen," ungkap Manager Power & Gas Pabelokan Island PHE OSES, Rosihan Anwar dalam siaran pers, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga
PHE Pastikan Bantuan Cepat dan Tepat Sasaran di Wilayah Terdampak Sumatra
General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, menyampaikan apresiasi kepada seluruhtim atas inovasi yang dihasilkan. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menunjukkan dekarbonisasi bukan hanya komitmen kebijakan, tetapi dapat diwujudkan melalui langkah konkret.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi rekan-rekan di lapangan. Mereka tidak hanya menjalankan operasi, tetapi juga menghadirkan inovasi yang berdampak. Ini membuktikan bahwa dekarbonisasi bukan hanya komitmen kebijakan, tetapi bisa diwujudkan langsung dari tangan para engineer dan operator yang bekerja setiap hari di fasilitas produksi,” ujar Antonius.
Ke depan, PHE OSES tengah menyiapkan pengembangan lanjutan berupa digitalisasi sistem monitoring emisi, perluasan flare recovery ke lapangan lain, penambahan PLTS di Pabelokan, dan penerapan Permanent Magnet Motor (PMM) untuk menurunkan konsumsi energi. Seluruh langkah ini menjadi kontribusi perusahaan dalam mendukung target nasional menuju Net Zero Emission 2060, serta penguatan praktik operasi hijau di sektor hulu migas.

