Pemerintah Siapkan 6 KEK Baru 2026, Potensi Investasi Tembus Rp 300 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah tengah mempersiapkan penambahan enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru pada 2026 dengan estimasi potensi investasi mencapai Rp 300 triliun. Langkah ini diharapkan memperkuat arus investasi nasional dan mendorong pengembangan industri strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan bahwa hingga 2025 Indonesia memiliki 25 KEK yang sudah berjalan. Tahun depan, pemerintah menargetkan totalnya bertambah menjadi 31 KEK. “Kurang lebih angkanya sekitar Rp 300 triliun,” ujarnya dalam Indonesia Special Economic Zone (SEZ) Business Forum di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus 2024 Capai Rp 90,1 Triliun
Proses penetapan lokasi enam KEK baru tersebut masih berlangsung dan akan diumumkan secara bertahap. Todotua menjelaskan bahwa setiap KEK memiliki fokus pengembangan berbeda, mulai dari industrialisasi, kesehatan, digital, hingga pariwisata. Pemerintah juga memperkuat strategi kawasan, termasuk konsolidasi perizinan, regulasi, serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal untuk mendukung realisasi investasi.
Dia berharap kehadiran KEK baru dapat mendorong peningkatan investasi nasional. “Semoga ke depannya melalui strategi KEK ini kita bisa mendorong angka realisasi investasi kita,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan KEK Industropolis Batang di Jawa Tengah pada Maret 2025. Presiden menilai KEK menjadi instrumen penting dalam mempercepat industrialisasi dan hilirisasi, serta membuka peluang investasi besar. Ia bahkan menargetkan setiap provinsi memiliki satu KEK, sehingga idealnya terdapat sekitar 38 KEK di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Puan Dorong Kadin Ikut Berperan Bangun Kekuatan Ekonomi Nasional
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa KEK merupakan salah satu strategi Indonesia untuk bersaing di kawasan Asia Tenggara. Dibandingkan negara lain seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Filipina, jumlah dan luas KEK Indonesia masih relatif kecil. Saat ini Indonesia memiliki 24 KEK dengan luas 21.000 hektare dan total investasi Rp 263,4 triliun, serta menyerap 160.874 tenaga kerja.
Secara sektor, KEK yang sudah berjalan didominasi industri manufaktur dengan 12 KEK, disusul pariwisata 8 KEK, industri digital 3 KEK, dan jasa lainnya 1 KEK. Pemerintah optimistis tambahan KEK baru pada 2026 akan semakin memperkuat ekosistem investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

