Investor Waspada, Harga Emas Terkoreksi Menunggu Sinyal Powell
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas turun tipis pada Senin (8/12/2025) karena investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS (The Fed) yang menjadi penentu arah suku bunga berikutnya. Pasar menanti pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dipandang sebagai penentu utama arah kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.189,49 per ons pada pukul 13.50 ET (18.50 GMT), sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup 0,6% lebih rendah di posisi US$ 4.217,7 per ons.
Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals, Peter Grant mengatakan pasar bergerak hati-hati sambil menunggu kepastian kebijakan bank sentral. “Pasar sedang menunggu keputusan Fed dan arahan lebih lanjut mengenai kebijakan,” kata Grant dilansir CNBC.
Baca Juga
Dipengaruhi Geopolitik Global, Harga Emas Antam (ANTM) Naik Rp 2.000
Grant menilai emas tetap menarik karena fundamentalnya kuat, termasuk pembelian bank sentral yang terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa pergerakan harga menuju US$ 5.000 per ons pada kuartal pertama 2026 sudah dalam jangkauan berdasarkan tren saat ini.
Di pasar uang, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Probabilitasnya mencapai 90%, lebih tinggi dari sekitar 66% pada November.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan mengakhiri pertemuannya pada Rabu dengan keputusan kebijakan terakhir tahun ini, sebelum Powell memberikan konferensi pers. Suku bunga yang lebih rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Di Eropa, para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris menunjukkan dukungan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy saat berada di London dalam apa yang mereka sebut sebagai “waktu krusial” bagi Kyiv. Dukungan ini muncul di tengah tekanan terhadap AS untuk menyetujui usulan perjanjian damai dengan Rusia.
Situasi geopolitik yang tidak pasti seperti ini biasanya mendukung permintaan terhadap emas, yang dikenal sebagai aset aman, terutama ketika risiko global meningkat.
Morgan Stanley memproyeksikan kenaikan lebih lanjut pada emas, didorong pelemahan dolar AS, pembelian Exchange-Traded Fund kuat, akumulasi oleh bank sentral, dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven.
Di sisi lain, harga perak turun 0,5% menjadi US$ 57,98 per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 59,32 pada akhir pekan lalu. Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan volatilitas perak meningkat dibandingkan emas.
Baca Juga
EMAS Secures US$350 Million Credit as Pani Gold Mine Targets First Production in Early 2026
“Perak biasanya mengikuti jejak kakaknya, emas, tetapi (dalam) beberapa minggu terakhir, perak justru memimpin pasar emas,” ujar Wyckoff.
Ia menambahkan bahwa harga dapat menembus US$ 60 per ons dan bahkan bisa mencapai US$ 70 per ons pada akhir tahun.
Untuk logam lain, harga platinum turun 0,1% menjadi US$ 1.644,31 per ons, sedangkan paladium naik 0,2% menjadi US$ 1.460,75 per ons.

