SKK Migas Pacu Eksplorasi dan Percepat Negosiasi Gas Andaman
Poin Penting
|
BOGOR, Investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan produksi migas nasional melalui perluasan aktivitas eksplorasi pada tahun 2026.
Lembaga tersebut menargetkan pengeboran sedikitnya 100 sumur eksplorasi sebagai bagian dari strategi pemerintah mencapai swasembada energi. Target ini dilengkapi dengan rencana pelaksanaan 100 multi-stage fracturing serta 100 sumur baru di berbagai struktur dan lapangan potensial.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan bahwa strategi tersebut telah disiapkan secara komprehensif melalui penyusunan program kerja dan anggaran tahun 2026. Ia menyebut dorongan eksplorasi yang lebih agresif ini berangkat dari inisiatif peluncuran eksplorasi yang sebelumnya digagas oleh Nanang.
“Kami minta agar dalam work program and budget 2026, paling tidak minimum 100 sumur eksplorasi, kemudian 100 multi-stage fracturing, dan 100 sumur di struktur atau lapangan-lapangan baru,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Dukungan Bisnis SKK Migas dikutip Kamis (4/12/2025).
Djoko menambahkan bahwa tim teknis SKK Migas kini tengah bekerja untuk memetakan titik-titik yang berpotensi dilakukan pemboran dari total 300 struktur yang telah teridentifikasi. Ia menegaskan bahwa percepatan peningkatan produksi tidak akan berhasil tanpa dukungan kuat dari fungsi bisnis serta pengadaan barang dan jasa.
Ia juga memaparkan adanya masukan dari regulator hulu migas negara tetangga yang memperkaya penyusunan strategi jangka panjang, termasuk efisiensi pengeluaran melalui penggunaan fasilitas bersama di wilayah perbatasan.
Baca Juga
SKK Migas Susun Grand Design Pengamanan Hulu Migas Berbasis Digital dan Intelijen
“Sehingga akan menjadi efisien di dalam pengeluaran untuk penyediaan barang dan jasanya, terutama di daerah-daerah perbatasan kita bisa saling meminjam fasilitas dan menggunakan fasilitas bersama. Dengan jadwal yang disesuaikan dengan negara-negara sekitar,” kata Djoko.
Selain mendorong eksplorasi, SKK Migas juga mempercepat monetisasi temuan gas melalui efisiensi proses negosiasi harga antara kontraktor dan offtaker dalam negeri. Proses yang selama ini dikenal memakan waktu lama kini dipangkas secara signifikan.
Djoko mengungkapkan percepatan tersebut menjadi kunci agar temuan-temuan gas, khususnya dari wilayah Andaman, bisa segera diproduksikan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan nasional. “Untuk negosiasi harga gas yang sebelumnya sangat lama, alhamdulillah sekarang dalam waktu kurang dari 1 jam, bahkan 5 menit, 10 menit sudah selesai,” ujarnya.
Salah satu contoh percepatan ini terjadi pada negosiasi harga gas dari Blok Andaman bersama PLN, yang diselesaikan dalam waktu kurang dari 10 menit. Temuan gas di blok tersebut diperkirakan mencapai 11 TCF dengan potensi produksi sekitar 300 MMSCF per hari. Percepatan serupa dilakukan dalam negosiasi dengan PGN yang rampung dalam waktu kurang dari satu jam, dengan kesepakatan harga berada di level US$ 9 per MMBtu.

