Ketum REI: Injeksi US$ 3,5–7 Miliar ke Sektor Properti Tambah Pertumbuhan Ekonomi 0,5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPP REI), Joko Suranto memaparkan hasil risetnya bersama Universitas Indonesia (UI) terkait dampak investasi di sektor properti terhadap perekonomian nasional. Menurut dia, tambahan dana ke sektor properti berpotensi dongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 0,5%.
“Setiap injeksi terhadap industri properti sebesar US$ 3,5 miliar sampai US$ 7 miliar memberikan kontribusi 0,5%,” ungkap Joko dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP REI di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga
Segmen Rumah Premium Melesat, Emiten Properti Ini Menjanjikan di 2026
Dia menegaskan, sektor properti selama ini menjadi salah satu indikator perputaran ekonomi nasional karena menggerakkan tidak kurang dari 185 industri hingga penyerapan tenaga kerja. “Properti dilihat sebagai indikator adanya pertumbuhan ekonomi,” ujar Joko.
Joko Suranto memproyeksikan realisasi investasi sektor properti tembus di atas Rp 80 triliun pada semester I 2026. Hal ini seiring dengan perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) di sektor properti hingga 2027 dan rencana relaksasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Minimalnya sama, bahkan bisa lebih banyak (di atas Rp 80 triliun, red),” kata Joko di kantornya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025) lalu.
Baca Juga
Tren Properti 2025: Gen Z Mulai Ramaikan Pasar, Lippo Karawaci Catat Kinerja Positif
Ia menilai perpanjangan PPN DTP hingga 2027 oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sinyal positif bagi developer. “Kita mendapatkan angin segar dari menteri baru (Menkeu Purbaya, red). Sekarang kebijakan itu sudah diumumkan lebih awal, berlaku sampai 2027. Jadi pelaku usaha bisa lebih baik dalam merencanakan bisnisnya,” jelas Joko.

