Kolaborasi Pertamina NRE–Belanda Pacu PLTS dan Hidrogen Hijau di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pertamina New & Renewable Energy menandatangani letter of intent (LoI) dengan Invest International di Amsterdam pekan lalu untuk bekerja sama mengembangkan proyek energi terbarukan strategis di Indonesia. Kerja sama ini mencakup pengembangan hidrogen rendah emisi, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan berbagai inisiatif energi bersih lain yang berpotensi mempercepat transisi energi nasional.
Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), unit bisnis energi bersih milik Pertamina, memperkuat kemitraan ini di sela-sela gelaran Renewable Energy Investment Forum and Offshore Energy Conference & Exhibition, yang menjadi salah satu ajang internasional penting dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.
Penandatanganan disaksikan langsung Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mayerfas, dan Director of Inclusive Green Growth di Kementerian Luar Negeri Belanda, Wampie Libon. Keterlibatan diplomatik dua negara ini menunjukkan dukungan Pemerintah Belanda terhadap langkah Indonesia memperluas portofolio energi rendah karbon.
Baca Juga
Energi Surya Bisa 24 Jam? Pertamina NRE Buktikan di Filipina
CEO Pertamina NRE John Anis mengatakan, melalui letter of intent tersebut, Invest International menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas pembiayaan untuk tahap front-end engineering design atau FEED. "Pertamina NRE dan sejumlah perusahaan teknologi asal Belanda menjalankan proses uji tuntas, penyempurnaan desain teknis, serta penyusunan struktur pembiayaan agar proyek dapat memasuki fase pengembangan lanjut," kata dia dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Invest International adalah lembaga pembiayaan publik-swasta yang dibentuk Pemerintah Belanda bersama bank pembangunan Belanda FMO sejak 2021 untuk mendukung ekspansi perusahaan Belanda di sektor internasional. Lembaga ini menyediakan pembiayaan investasi, pembiayaan ekspor, serta dukungan pengembangan proyek, termasuk di sektor energi terbarukan, infrastruktur, air, agrikultur, dan berbagai layanan publik.
John mengatakan, proyek yang dikembangkan secara kolaboratif dengan perusahaan teknologi Belanda ini diproyeksikan memiliki potensi implementasi yang kuat di Indonesia, meski sebagian membutuhkan fase percontohan atau proof of concept sebelum layak dikomersialisasikan. Pada tahap awal, dukungan finansial dari institusi pendanaan Belanda menjadi faktor penting untuk memastikan proses berjalan efektif dan menghasilkan model teknis serta finansial yang dapat diadopsi pada skala lebih besar.
Skema pendanaan disiapkan dalam bentuk kombinasi hibah dan pembiayaan hijau berbunga rendah sebagai upaya menguatkan struktur finansial proyek sekaligus menekan beban utang pada fase awal. "Kombinasi ini diharapkan menciptakan dasar komersial yang lebih sehat dan mempercepat kelayakan investasi," kata John.
Baca Juga
Pertamina NRE Dorong Model Bisnis Adaptif untuk Komersialisasi Energi Bersih, Ini Strateginya
Dia mengatakan bahwa langkah ini mencerminkan kepercayaan global yang semakin besar terhadap potensi energi terbarukan Indonesia. “Penandatanganan LOI ini merupakan langkah penting dan bentuk komitmen kami dalam mendorong pengembangan energi bersih berbasis potensi lokal," kata dia.
Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan EBT, dan melalui kolaborasi dengan Invest International. "Kami dapat mendorong proyek-proyek hijau menuju tahap yang semakin komersial dan kompetitif,” ujar John.

