Kemenperin Sebut Peningkatan Optimisme Pelaku Industri Bagian dari 'Purbaya Effect'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada November 2025 yang berorientasi dalam pasar domestik dan ekspor masih mengalami ekspansi. IKI domestik berada di level 52,71, sedangkan iKI ekspor mencapai 54,18.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief menyebutkan, kondisi industri pengolahan non-migas tersebut juga dipengaruhi oleh pernyataan-pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang optimisme terhadap sektor manufaktur.
"Itu sebagian disebabkan karena pernyataan optimisme dari Menteri Keuangan Pak Purbaya, hal itu terlihat pada juga pada jawaban pertanyaan atas pertanyaan kami tentang kondisi kegiatan usaha mereka dalam sebulan terakhir," ucap Febri saat konferensi pers, Kamis (27/11/2025).
Purbaya diketahui memang sempat mengeluarkan kebijakan yang berdampak pada industri manufaktur, seperti penyaluran dana sebesar Rp 270 triliun ke Himbara yang mengalir ke sektor riil. Kemudian, ia juga tengah fokus untuk memberantas masuknya barang-barang impor yang masuk secara ilegal ke dalam negeri.
Baca Juga
Indeks Kepercayaan Industri November 2025 Masih Perkasa, 2 Sektor Ini Pendongraknya
Capaian IKI tersebut juga sejalan dengan optimisme para pelaku industri yang dalam satu bulan November ini menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, yakni sebanyak 78%. Sementara itu, pandangan pelaku usaha yang menyatakan kondisi usahanya menurun turun 0,2% menjadi 22%.
Namun demikian ia mengakui kendati masih ekspansif, IKI ekspor mengalami perlambatan sebesar 0,17 poin dibandingkan dengan Oktober 2025, dengan nilain sebesar 54,35. Sedangkan untuk IKI domestik ekspansi dan naik sebesar 0,37 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yakni sebesar 52,34.
Sementara itu, optimisme pelaku usaha masih menunjukkan adanya tren peningkatan optimisme dalam 6 bulan mendatang, yaitu sebesar 71,0%. Angka tersebut naik sebesar 0,5%. Adapun, sebanyak 23,8% pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil selama 6 bulan ke depan.
"Pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha industri 6 bulan ke depan optimisme, pelaku usaha relatif terjaga ini juga sejalan dengan yang disampaikan oleh Pak Menkeu bahwa terus dijaga optimisme perusahaan di dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi," ungkap Febri.

