Bahlil Tak Masalah Stok BBM Shell dan Vivo Kosong Asal Kebutuhan Rakyat Terpenuhi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi tanggapan soal masih kosongnya stok bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Shell dan Vivo. Menurutnya, hal itu tidak memengaruhi keamanan stok BBM nasional.
Bahlil menegaskan bahwa sampai dengan hari ini stok BBM nasional masih aman. Tercatat, cadangan BBM nasional berada di angka 18 hari. Maka dari itu, meski Shell dan Vivo tidak menjual bensin, Pertamina masih sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Artinya, sahabat-sahabat saya pelaku usaha swasta sekalipun tidak menjalankan penjualan bensin khususnya, tetapi alhamdullilah rakyat kan tetap tersedia barang-barang yang dibutuhkan,” ucap Bahlil saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Sebagaimana diketahui, stok BBM di SPBU swasta sejatinya sudah mulai habis sejak awal September 2025. Pemerintah pun menganjurkan mereka untuk membeli basefuel BBM lewat Pertamina, karena kuota impor SPBU swasta di tahun 2025 ini telah dipakai sepenuhnya.
Baca Juga
Bantah Tudingan Kandungan Etanol di Bensin Tidak Bagus, Bahlil: India-Amerika Sudah Pakai
Kendati demikian, sampai saat ini hanya PT Aneka Petroindo Raya (operator SPBU BP-AKR) yang telah sepakat untuk membeli basefuel BBM melalui Pertamina. Sedangkan untuk Shell dan Vivo masih terus melakukan negosiasi business-to-business (B2B) dengan Pertamina.
“Kan konsep B2B sudah dilakukan. Tadi juga saya rapat sama Pertamina. Silakan saja secara B2B dikolaborasikan dengan baik,” ujar Bahlil saat ditanya soal Shell dan Vivo yang masih mengalami kekosongan stok BBM.
Di saat negosiasi Shell dan Vivo dengan Pertamina masih berjalan alot, BP-AKR justru berencana membeli kembali base fuel BBM lewat perusahaan minyak dan gas bumi (Migas) plat merah tersebut.
BP-AKR kabarnya meminta pasokan base fuel BBM dengan volume yang sama seperti sebelumnya, yaitu sebesar 100.000 barel. Terkait hal ini, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan negosiasi.
“Ya, mungkin kita lihat perkembangannya," kata Simon saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, beberapa waktu lalu.

