GoPay Catat Pengguna Aktif Bulanan Naik 29% Tembus 24,2 Juta hingga Kuartal III
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Dompet Anak Bangsa (GoPay) mencatat jumlah pengguna aktif yang bertransaksi mencapai 24,2 juta per bulan hingga kuartal III 2025. Capaian tersebut menegaskan posisi GoPay sebagai salah satu layanan dompet digital terbesar di Indonesia.
Head of GoPay Wallet, Kelvin Timotius menyatakan, pertumbuhan pengguna terus meningkat seiring penguatan ekosistem digital yang dikembangkan perusahaan.
“Sampai September 2025 sudah ada 24,2 juta pengguna GoPay yang transaksi setiap bulan,” kata Kelvin saat ditemui di Stasiun MRT Blok M BCA, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).
Pada kuartal II 2025, jumlah pengguna aktif bulanan GoPay mencapai 22,4 juta, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 9% dibandingkan kuartal sebelumnya dan 29% secara tahunan. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan transaksi di ekosistem Gojek dan mitra lainnya.
“Pengguna bertransaksi bulanan mencapai 22,4 juta, naik 9% secara kuartalan dan 29% tahunan, didukung oleh peningkatan adopsi aplikasi GoPay,” tulis manajemen GoTo grup dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (11/11/2025).
Perluas Kerja Sama Pembayaran Digital
Kelvin juga menyampaikan, pihaknya saat ini fokus memperluas kerja sama di sektor transportasi publik. Setelah meluncurkan integrasi pembayaran dengan MRT Jakarta melalui produk “allride charm”, perusahaan membuka peluang ekspansi ke moda transportasi lain, seperti Transjakarta dan LRT Jakarta. “Kita open sih (menjajaki kerja sama dengan Transjakarta dan LRT Jakarta, red). Namun, sekarang masih MRT,” ujar dia.
Kolaborasi GoPay dengan MRT Jakarta menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas penggunaan pembayaran digital di layanan publik, sejalan dengan tren transaksi nontunai yang terus tumbuh di perkotaan.
Terpisah, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama GoPay telah meluncurkan inovasi terbaru bertajuk allride charm, sebuah gantungan kunci multifungsi yang bisa digunakan untuk membayar tiket MRT Jakarta. Produk ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia, yang menggabungkan sistem pembayaran digital dengan merchandise transportasi publik.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud menyatakan, allride merupakan hasil inovasi jangka panjang yang sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu. “Persiapannya sudah kami orkestrasi jauh-jauh hari. Ini membutuhkan banyak reformasi di bisnis ticketing dan juga kegiatan bisnis baru dalam hal merchandise,” katanya di Stasiun MRT Blok M BCA, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).

