Tambah Rp 3,9 Miliar per Bulan, Pertamina EP Sukses Komersialisasi Gas Sangasanga-Sangatta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field dan Sangatta Field mencatat capaian signifikan dalam meningkatkan komersialisasi gas bumi. Melalui perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PLN Tanjung Batu, kedua lapangan di bawah Subholding Upstream Pertamina Zona 9 itu menyalurkan gas sebesar 8,019 MMSCFD, melampaui target penjualan gas bulan September 2025.
Langkah strategis ini berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perusahaan, dengan tambahan rata-rata sekitar Rp 3,9 miliar per bulan di atas komitmen penjualan yang telah ditetapkan.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi facility sharing agreement (FSA) antara PEP Sangasanga Field, PEP Sangatta Field, dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Kolaborasi tersebut memungkinkan proses alir gas ke PLN Tanjung Batu berlangsung lebih efisien dan ekonomis, tanpa perlu membangun jalur pipa baru.
Manager Subsurface Development Area (SDA) 2 Zona 9 Ade Lukman menyampaikan bahwa keberhasilan komersialisasi gas ini berangkat dari inovasi dan kerja sama lintas entitas di lingkungan Zona 9.
“Kerja keras dan kerja cerdas mengubah sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin menjadi sebuah kenyataan melalui capaian ini. Terobosan ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi untuk terus optimis menghadapi tantangan pengelolaan sumur mature,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga
Pertamina Perkuat Edukasi Publik soal Keberlanjutan Energi Nasional
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi PEP Sangasanga Field dengan dimulainya komersialisasi gas dari Lapangan Anggana dan South Kutai Lama. Sementara itu, di PEP Sangatta Field, optimalisasi dilakukan melalui pengalihan sebagian gas yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan operasional menjadi gas sales, sehingga penyaluran gas ke PLN Tanjung Batu semakin lancar.
Menurut Ade, pemasangan Booster Compressor Very Low Pressure (VLP) di daerah Binangat juga menjadi faktor kunci keberhasilan. Teknologi ini membantu mengalirkan gas bertekanan rendah dari Lapangan Sambutan, hingga penjualan gas mampu menembus lebih dari 150% dari target. “Terobosan itu menjadi tonggak penting dalam mengoptimalkan kembali potensi sumur-sumur mature di wilayah tersebut,” imbuh Ade.
Senior Manager Subsurface Development & Planning Supriady menambahkan, strategi berkelanjutan di bidang eksplorasi dan pengeboran turut membuka peluang investasi baru. “Melalui pendekatan ini, kami juga terus berinvestasi dalam eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan produksi gas demi keberlanjutan energi nasional,” katanya.
Dorong Efisiensi dan Ketahanan Energi Nasional
Sejak 2022, implementasi PJBG memungkinkan gas dari Sangasanga dan Sangatta Field dioptimalkan menjadi sumber energi bernilai ekonomi tinggi. Sebelumnya, gas tersebut lebih banyak digunakan untuk kebutuhan bahan bakar operasional di Lapangan Anggana dan Lapangan Semberah.
Baca Juga
Pertamina Dukung Lahirnya Pembalap Muda Lewat Mandalika Racing Series 2025
Kini, langkah komersialisasi ini bukan hanya meningkatkan efisiensi dan pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat kinerja bisnis Pertamina EP. Keberhasilan ini diharapkan mendukung keberlanjutan investasi dan produksi migas nasional, sejalan dengan Asta Cita pemerintah menuju swasembada energi.
Zona 9 berada di bawah Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Entitas di Zona 9 merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi bersama SKK Migas sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG) di wilayah kerja Sanga Sanga, Sangatta (Kalimantan Timur), dan Tanjung (Kalimantan Selatan).

