Indonesia Franchise Week 2025 Digelar, Jadi Momen UMKM Naik Kelas Lewat Bisnis Waralaba
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan, waralaba atau model bisnis franchise merupakan hal yang penting untuk ditingkatkan dan didukung oleh pemerintah karena dapat mendongkrak sektor UMKM yang ada di dalam negeri.
Hal tersebut diungkapkannya sejalan dengan penyelenggaraan Indonesia Franchise Week 2025 yang berlangsung pada 30 Oktober - 2 November 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Ia menilai perhelatan pameran ini perlu didorong oleh pemerintah.
"Karena dengan pola sistem kemitraan franchise atau waralaba ini banyak juga memberikan kesempatan nih buat usaha-usaha mikro, usaha-usaha kecil yang memang secara fundamental usahanya maupun produknya sudah bagus. Cuma mau kita dorong naik ke atas supaya dia bisa tumbuh kembang," ucap Maman di ICE BSD, Tangerang, Jumat (31/10/2025).
Kendati demikian, Maman menilai, model bisnis dengan cara franchise maupun kemitraan perlu diperhatikan dari segi fundamental usaha itu sendiri. Ia mengatakan, apabila fundamental usaha tidak kuat, dikhawatirkan berpotensi cepat gulung tikar atau bangkrut.
"Setelah mereka lakukan dengan sistem franchise justru malah collapse tuh, malah rontok. Artinya apa, maksudnya fundamental itu kualitas produknya harus diperkuat dulu, yang penting itu dulu," ungkap Menteri Maman.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati mengatakan, waralaba adalah bentuk inovasi yang penting bagi UMKM untuk berkembang, dan memperluas skala usaha melalui sistem dan model bisnis yang terstandar.
Baca Juga
IFBC Expo 2025 Tawarkan Peluang Usaha Waralaba dan Kewirausahaan di Surabaya
Berdasarkan data Bappenas, waralaba dalam negerti tumbuh 55% pada periode 2020 hingga 2025, sedangkan waralaba asing tumbuh 29%. Hal ini menurutnya menunjukan yang semakin dinamis dan meningkatnya minat global terhadap industri waralaba Indonesia.
"Namun, sebagian besar bisnis waralaba masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kita perlu memastikan pemerataan peluang ini agar daerah-daerah lain juga dapat menikmati manfaat ekonomi," imbuh Vivi.
Pameran Indonesia Franchise Week 2025 ini akan menjadi pusat referensi peluang usaha lintas sektor mulai dari nasional dan internasional dengan 289 brand dan 187 stand, serta terdapat pula beberapa pavilion luar negeri seperti Korea, Malaysia, Taiwan, Filipina, Thailand, Meksiko, Prancis yang akan hadir memberikan referensi usaha kekinian.
Dalam tiga hari dengan target 12.000 pengunjung yang terdiri dari calon pengusaha dan investor, pameran bisnis ini dihadiri oleh raturan brand franchise ternama baik dari dalam dan luar negeri. Dengan melibatkan instansi pemerintah, lembaga keuangan, inkubator bisnis, serta asosiasi internasional di bidang franchise.

