Agrinex Expo 2025 Siap Digelar di JIExpo Kemayoran, Target Lebih dari 20.000 Pengunjung
Poin Penting
●
Agrinex Expo 2025 digelar di JIExpo, 6–8 November 2025, setelah vakum lima tahun.
●
Event agribisnis ini targetkan 20.000 pengunjung dan dukung ketahanan pangan nasional.
●
Hadirkan edukasi agrikultur, inovasi teknologi, dan kolaborasi IPB serta UMKM.
JAKARTA, investortrust.id- Pameran agribisnis terpadu yang menghadirkan wajah agribisnis Indonesia secara menyeluruh, menghubungkan para pelaku industri dari hulu hingga hilir, Agrinex Expo 2025 siap digelar pada tahun ini setelah sempat vakum selama lima tahun.
Agrinex Expo 2025 akan digelar di Hall D2, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, pada tanggal 6 hingga 8 November 2025. Sejak tahun 2007, AGRINEX telah menjadi platform utama bagi para profesional agribisnis dengan menghadirkan teknologi pertanian, mesin, industri agro, dan akademisi untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian nasional.
Wakil Ketua Umum Bidang Pemasaran, Promosi, Inovasi, dan Pengembangan Produk UMKM Kadin Indonesia Rifda Ammarina mengungkapkan, acara ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan serta memajukan sektor pertanian, agribisnis, dan UMKM di Indonesia.
"Ini for sure insyaallah yang Agrinex yang paling menarik yang akan kita gelar di JIExpo ini karena ini juga tempatnya juga bagus," ujar Rifda dalam acara Technical Meeting dan Press Conference Agrinex Expo 2025 di Gedung Pusat Niaga, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Rifda menjelaskan, Agrinex Expo 2025 akan didukung oleh tiga area stage yang berbeda. Pertama adalah area pre-function yang fokus pada edukasi. Di sini, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan seperti cooking class, demo pembuatan eco enzim, dan lain-lain.
CEO Dare Indonesia sekaligus Ketua Penyelenggaran Agrinex Expo 2025 Rifda Ammarina (kanan) bersama Koordinator Acara Agrinex Expo 2025 sekaligus Ketua Komtap Akses Pemasaran Kadin Indonesia Nana Krit Cidharta memberikan keterangan kepada para pelaku umkm yang menjadi exhibitor dalam pertemuan teknis Agrinex Expo 2025 di Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Selain itu, ada juga tampilan dari industri kopi, rempah, dan teh yang semuanya disajikan tanpa tujuan komersial. Tujuan utama dari area ini adalah memberikan edukasi kepada pengunjung tanpa adanya logo atau promosi.
"Jadi betul-betul kita ingin publik, oh ternyata kopi itu dari mulai awal penanaman sampai menjadi kopi kemudian diracik itu seperti apa? Teh juga demikian, teh di Indonesia itu seperti apa sih teh? Kemudian rempah, rempah kita itu apa saja dan tampilannya itu seperti apa? Ada yang dalam bentuk fresh dan sebagainya, bahkan daun kopi segar pun akan ketemu, kemudian hampir majority dari tanaman buah dalam bentuk hidup, jadi nggak ada plastik disitu, semuanya hidup yang akan tampil dari lengkeng, durian musangking, jadi publik mengenal," jelas Rifda.
Lebih lanjut, Rifda menyebut, dengan adanya teknologi informasi yang canggih dan online shop yang semakin marak, seringkali konsumen terjebak dalam pembelian produk yang tidak sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, melalui Agrinex Expo 2025, ia ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang produk-produk pertanian Indonesia, seperti durian musangking, lengkeng kristal, jeruk, kelapa, dan lainnya.
"Nah kita mengedukasi, ini loh yang namanya musangking, ini loh lengkeng kristal, ada orang nanam lengkeng nggak pernah berbuah, dia nggak tahu mana lengkeng kristal, mana ini, mana itu," ungkap Rifda.
Dengan demikian, Rifda berharap dapat memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada publik tentang kekayaan agrikultur Indonesia.
"Datang karena ini betul-betul event untuk memberikan kesadaran publik tentang pangan dan agrikultur Indonesia, menunjukkan wajah agrikultur Indonesia," kata Rifda.
Selain itu, event ini juga didukung oleh conference room yang menghadirkan keynote speaker dari berbagai kalangan, termasuk menteri, dirjen, pelaku usaha besar, UMKM, dan komunitas. Rifda menuturkan, Agrinex Expo 2025 juga berkolaborasi dengan Yayasan Inovasi Teknologi untuk memberikan akses inkubasi bisnis kepada pelaku usaha yang memiliki inovasi teknologi yang bagus.
"Kemudian kita juga kolaborasi dengan IPB, supaya teknologi-teknologi apa sih yang diiniin oleh IPB, yang bisa digunakan oleh pelaku usaha untuk bisa eksis, usahanya enggak salah produksi, itu juga. Jadi banyak sekali informasi, banyak sekali hal-hal yang membawa orang menjadi pelaku usaha," ucap Rifda.
Di sisi lain, Rifda membeberkan bahwa Agrinext 2025 memiliki beberapa target yang ingin dicapai. Pertama, meningkatkan akses pasar bagi UKM dan pelaku usaha lainnya. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk-produk lokal Indonesia.
Selain itu, event ini juga bertujuan untuk meningkatkan transfer inovasi teknologi antara peserta dan pengunjung. Menurut Rifda, hal ini dilakukan supaya hasil-hasil penelitian yang bagus tidak hanya mendekam di library atau museum, tetapi dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produksinya.
"Supaya apa? Efisiensi. Presiden sering ngomong, efisiensi. Ketahanan pangan itu harus dari dalam. Karena itu kita juga ada program-program yang memberikan edukasi untuk membangun ketahanan pangan keluarga. Lewat tanaman atau pekarangan, lewat pembuatan ekoenzim dan sebagainya," ucap Rifda.
Rifda menambahkan, Agrinex Expo 2025 menargetkan pengunjung lebih dari 15.000-20.000 orang per event, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Pasalnya, Agrinex Expo 2025 menyajikan berbagai program yang lebih bagus daripada sebelumnya, dan momen ini sangat tepat untuk investasi di sektor pertanian.
Menurut Rifda, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat produk, tetapi juga untuk bertemu dengan pelaku usaha, calon mitra bisnis, dan mendapatkan edukasi tentang agribisnis. Dengan demikian, mereka dapat memasuki sektor agribisnis dengan pengetahuan yang cukup dan tidak dengan tangan kosong.
"Sebelum-sebelumnya juga bagus. Tapi ini yang paling bagus. Dan ini momennya orang investasi di sektor pertanian," pungkas Rifda.