Bagikan

Indosat Siapkan AI Berdaulat untuk Dongkrak Ekonomi hingga 6,8% per Tahun

Poin Penting

Indosat dan Twimbit luncurkan Empowering Indonesia Report 2025 bertema AI berdaulat.
AI berdaulat berpotensi tambah US$140 miliar ke PDB RI & dorong pertumbuhan 6,8% per tahun.
Indonesia butuh 400 ribu talenta AI & investasi US$3,2 miliar untuk infrastruktur digital.

JAKARTA, investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan Twimbit meluncurkan Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow”. Laporan ini menegaskan pentingnya kecerdasan buatan (AI) berdaulat sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Menurut laporan tersebut, penerapan AI berdaulat berpotensi menambah US$ 140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030. Teknologi ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6,8% per tahun serta mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi pada 2038.

Laporan yang disusun bersama Twimbit itu menyoroti lima pilar utama kedaulatan AI, yakni infrastruktur digital, tenaga kerja berkelanjutan, industri inovatif, riset unggul, serta regulasi dan etika yang kokoh. Indosat menegaskan bahwa kedaulatan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kemandirian bangsa dalam menguasai arah pembangunan digital.

Acara peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di kantor Indosat, Jakarta, Senin (27/10/2025). Foto: Investortrust/Saliki Dwi Saputra  

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan AI berdaulat menjadi bagian penting dari kedaulatan nasional di era digital. “Kedaulatan AI berarti kita membangun teknologi yang merefleksikan nilai-nilai Pancasila, menjamin etika dan keamanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/10/2025).

Baca Juga

Indosat (ISAT) Raih ESG Awards 2025, Tegaskan Komitmen Bangun Infrastruktur Digital dan Talenta Nasional  

Laporan tersebut mencatat bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$ 3,2 miliar hingga 2030 untuk memperkuat infrastruktur komputasi nasional. Namun, saat itu kapasitas data center AI di Indonesia masih di bawah 1% dari pasar global, sehingga perlu percepatan pembangunan pusat data bertenaga energi hijau dan perluasan jaringan 5G nasional.

Di sisi lain, Indonesia juga perlu mengembangkan 400 ribu talenta AI dengan investasi sebesar US$ 968 juta untuk pendidikan, pelatihan, dan reskilling. Founder dan CEO Twimbit, Manoj Menon, menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat. 

“Dengan membangun fondasi digital yang kuat dan menciptakan ekosistem yang inklusif, Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan AI di Asia dan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kedaulatan digital dan transformasi AI nasional. “Kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri,” ujarnya.

Empowering Indonesia Report 2025 juga membuka kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem AI yang berdaulat. Dengan memperkuat infrastruktur, membentuk talenta masa depan, dan menegakkan etika AI, Indonesia diyakini siap bertransformasi dari pengguna teknologi menjadi pembentuk peradaban digital global.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024