AHY: Program Rumah Subsidi Capai 60%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap realisasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 200.809 unit atau sekitar 60% dari target 350.000 unit hingga 21 Oktober 2025.
Menurut AHY, capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Kita saat ini mengawal program FLPP, yang sebenarnya bukan sesuatu yang baru, tetapi sekarang kita tingkatkan jumlahnya. Di 2025 targetnya adalah 350.000 unit, dan hari ini sudah lebih dari, hampir 60%, bisa dikatakan 200.809 unit yang sudah direalisasikan,” katanya saat media gathering di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga
Selain FLPP, lanjut AHY, pemerintah memiliki program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah dengan alokasi anggaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebesar Rp 20 juta per unit, dengan realisasi saat ini mencapai 23.420 unit dari target 45.073 unit pada tahun ini.
“BSPS diharapkan bisa memperbaiki kondisi rumah warga. Selain itu, ada juga PPN (pajak pertambahan nilai) ditanggung pemerintah untuk sekitar 177.970 unit,” tandasnya.
Ia menambahkan, pemerintah turut mengawal program kredit usaha rakyat (KUR) perumahan atau kredit program rerumahan (KPP) yang ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, keluarga muda, dan pekerja informal mendapatkan akses pembiayaan rumah.
“Dari sisi demand, KUR perumahan memberikan akses kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Dari sisi suplai, ini diharapkan bisa menggerakkan ekosistem pembangunan perumahan di seluruh Indonesia, termasuk melibatkan kontraktor lokal dan UMKM,” jelas AHY.
Baca Juga
BTN Realisasikan 140.000 Unit KPR Subsidi FLPP hingga Kuartal III 2025
AHY menegaskan, percepatan pembangunan rumah subsidi akan berdampak luas terhadap perekonomian nasional. “Ingat, mengapa sektor perumahan ini penting, karena bisa menggerakkan 180 industri di bidang yang terkait dengan perumahan,” tuturnya.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho sebelumnya melaporkan langsung capaian realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi tembus di 183.058 unit per 28 September 2025, atau 52,3% dari target 350.000 unit dengan total realisasi pembiayaan sebesar Rp 22,72 triliun.

