BPJS Kesehatan Diakui Dunia, Masuk Nominasi Nobel Perdamaian Berkat Nilai Gotong Royong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berhasil masuk dalam Nominasi Nobel Perdamaian 2025. Meski tidak keluar sebagai pemenang, lembaga ini dinilai sukses menerapkan nilai gotong royong dalam memberikan akses layanan kesehatan dan menciptakan perdamaian sosial serta stabilitas masyarakat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan nilai gotong royong menjadi fondasi utama sistem jaminan sosial kesehatan di Indonesia. Melalui konsep ini, masyarakat kini dapat saling membantu tanpa membedakan status ekonomi.
“Dulu ada ungkapan, it's forbidden for the poor to fall sick. Sekarang kami ubah jadi, for the poor, if they fall sick, it's forbidden to pay, selama mereka peserta aktif BPJS Kesehatan,” ujar Ghufron secara daring, Senin (13/10/2025) malam WIB.
Ia menegaskan, Indonesia justru berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) dalam waktu hanya 10 tahun. Di mana pencapaian itu luar biasa dibandingkan negara-negara maju.
“Jerman butuh 127 tahun untuk mencapai 85% populasi terjamin, sementara Indonesia bisa dalam satu dekade,” lanjutnya.
Keberhasilan itu juga diapresiasi oleh Prof. Mike Hardy dari Centre for Peace and Security, Coventry University, Inggris. Ia menilai sistem BPJS Kesehatan layak dinominasikan untuk Nobel Perdamaian.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia membangun sistem kesehatan inklusif menunjukkan bagaimana soft power berbasis solidaritas dapat menciptakan perdamaian sosial. “BPJS sukses menumbuhkan kepercayaan publik. Ketika warga percaya negara hadir melindungi mereka, maka kedamaian akan tumbuh,” ujar Hardy pada kesempatan yang sama.
Di sisi lain, Indonesia tengah berada di posisi teratas Global Flourishing Index versi Harvard University, karena fokus pada kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat, bukan semata pertumbuhan ekonomi.
Menurut Hardy, sistem BPJS Kesehatan inilah yang memberi rasa aman dan keyakinan bagi masyarakat bahwa mereka tidak akan dibiarkan sendirian saat sakit. “Inilah makna perdamaian yang sesungguhnya,” tegasnya.
Sekadar informasi, saat ini lebih dari 2 juta layanan kesehatan dilakukan setiap hari melalui sistem BPJS Kesehatan. Angka itu disebut naik signifikan dari 252 ribu saat awal berdiri pada 2014.

