Rute Transjabodetabek Bakal Tembus Cikarang Raya, Asal...
JAKARTA, investortrust.id — PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tengah mengkaji perluasan layanan Transjabodetabek ke sejumlah wilayah penyangga Jakarta, termasuk Cikarang Raya. Langkah ini menyusul permintaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi agar rute Transjabodetabek diperpanjang hingga wilayah tersebut.
Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, Daud Joseph menyampaikan, masih banyak kawasan di sekitar Jakarta yang berpotensi dilayani oleh jaringan Transjabodetabek.
“Sebetulnya masih ada banyak titik yang perlu dikover oleh Transjabodetabek, tetapi tidak semuanya harus dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pemprov DKI lewat Pak Gubernur sudah memantik lebih dulu dengan enam rute yang baru di-launching,” kata Joseph saat ditemui di JICC, Jakarta Pusat, Jumat malam (10/10/2025).
Enam rute tersebut meliputi T31 (PIK 2 - Blok M), D41 (Sawangan - Lebak Bulus via Tol Desari), S61 (Alam Sutera - Blok M), B25 (Bekasi - Galunggung), B41 (Vida Bekasi - Cawang), dan P11 (Bogor - Blok M).
Menurut Joseph, keberhasilan sejumlah rute awal tersebut menunjukkan tingginya potensi penumpang di kawasan penyangga Jakarta. Dia mencontohkan, rute Bogor mencatat hingga 8.000 penumpang per hari.
“Kalau daerah seperti Cikarang, Cibitung, Cileungsi, atau Karawang menjalankan rute serupa, tidak perlu khawatir kekurangan penumpang. Kajian JUTPI (Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration) dan Kementerian Perhubungan menunjukkan pergerakan dari Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) sangat tinggi,” katanya.
Joseph menegaskan, keberhasilan enam rute awal menjadi bukti konsep bahwa integrasi transportasi lintas daerah dapat berjalan efektif, tergantung pada kemampuan fiskal masing-masing daerah untuk memberikan subsidi bagi warganya.
Terkait pembukaan rute baru, Joseph menyebut Transjakarta telah mempelajari sejumlah titik potensial. Namun, pelaksanaan masih menunggu keputusan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai instansi teknis.
“Beberapa sudah kami pelajari, tetapi kapan dimulai masih menunggu keputusan dari Dinas Perhubungan. Untuk tahun ini saya belum yakin ada yang dibuka,” ujarnya.
Dikatakan Joseph, rute-rute yang sebelumnya pernah dilayani oleh Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) juga menjadi kandidat potensial untuk dihidupkan kembali melalui jaringan Transjabodetabek.
Sebelumnya, Pemkab Bekasi mengusulkan pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Transjabodetabek rute Jakarta - Cikarang Raya kepada Kementerian Perhubungan. Pengembangan BRT rute Jakarta - Cikarang Raya sudah sangat mendesak untuk menunjang mobilitas masyarakat Kabupaten Bekasi.
Hal itu disampaikan oleh Plh Sekda Kabupaten Bekasi, Ida Farida saat rapat koordinasi (rakor) usulan BRT Transjabodetabek di Function Room Jababeka, Senin (8/9/2025).
“Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara sehingga memerlukan transportasi publik yang nyaman, seperti BRT,” kata dia dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (11/10/2025).
Dikatakan Ida, dengan membuka rute Jakarta - Cikarang Raya, moda transportasi BRT dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan pribadi sehingga jumlah mobil pribadi di jalan raya diharapkan berkurang dan dapat menekan kemacetan lalu lintas.
“BRT Transjabodetabek menjadi solusi strategis mengurangi kemacetan. Kami terus berkolaborasi agar pelaksanaan BRT ini segera terlaksana,” pungkas dia.
Pada 2016, layanan APTB resmi ditutup. Rute-rute yang ada diubah menjadi layanan bus angkutan perbatasan reguler seperti Transjabodetabek reguler. Rute APTB yang dulu beroperasi di antaranya Cikarang - Kalideres, Ciawi - Tanah Abang, Cibinong - Grogol, hingga Bubulak - Rawamangun.

