Vivo dan BP Batal Beli BBM Lewat Pertamina, Bahlil: Negosiasi Masih Berjalan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi tanggapan soal SPBU swasta, yaitu Vivo dan BP-AKR yang batal membeli base fuel bahan bakar minyak (BBM) melalui Pertamina. Menurutnya, transaksi antara kedua belah pihak belum benar-benar berakhir.
Bahlil menerangkan, status pemerintah dalam hal ini adalah sebagai jembatan antara Pertamina dengan SPBU swasta. Adapun proses business-to-business (
“B2B-nya lagi dikomunikasikan. Saya kan sudah katakan bahwa B2B-nya itu kolaborasi antara Pertamina dengan swasta. Ya, masih berjalan ya,” kata Bahlil saat ditemui di kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga
Pertamina Tegaskan Kandungan Etanol BBM Sesuai Praktik Global
Meski kesepakatan antara Pertamina dengan SPBU swasta masih belum terwujud terkait impor base fuel BBM, Bahlil memastikan bahwa Indonesia sejatinya tidak mengalami kelangkaan BBM.
“Yang jelas begini, stok BBM kita, mau RON 92, RON 95, RON 98, maupun Pertalite itu cukup untuk 18-21 hari. Kewajiban pemerintah memastikan bahwa stok BBM kita cukup,” tegas mantan Menteri Investasi tersebut.
Sebelumnya BP-AKR dan Vivo sudah sepakat menambah impor BBM melalui Pertamina sebagaimana arahan Bahlil. Vivo bahkan sepakat untuk membeli sebanyak 40.000 barel.
Kendati demikian, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar menyampaikan, transaksi batal terwujud lantaran adanya temuan etanol sekitar 3,5% pada hasil uji lab base fuel yang diimpor oleh Pertamina.
"Ini (kandungan etanol) yang membuat teman-teman SPBU swasta tidak melanjutkan pembelian (base fuel), karena ada konten etanol tersebut," ujar Achmad.
Baca Juga
Vivo dan BP Batal Serap BBM Impor Pertamina Gara-gara Ada Etanol
Atas faktor ini, sebanyak 100.000 barel base fuel BBM yang sudah diimpor oleh Pertamina pun tidak jadi diserap oleh SPBU swasta. Namun begitu, menurutnya SPBU swasta masih mau bernegosiasi dengan Pertamina untuk kargo selanjutnya yang akan tiba pekan ini.
“Namun, teman-teman SPBU swasta berkenan, jika nanti pada kargo selanjutnya, siap bernegosiasi. Ini bukan masalah di kualitas, masalah di konten," sebut dia.

