Menperin Sebut Industri Batik Hadapi Krisis Regenerasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa industri batik nasional saat ini tengah menghadapi tantangan serius, terutama terkait regenerasi perajin yang terus mengalami penurunan signifikan. Hal ini dinilai harus menjadi perhatian seluruh pihak agar industri batik dapat terus berkelanjutan.
Mengacu pada data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APBDI), jumlah perajin batik nasional tercatat sebanyak 151.000 orang pada tahun 2020. Namun, pada tahun 2024, angkanya menurun drastis menjadi hanya 101.000 orang. “Ini tantangan yang nyata dan harus menjadi panggilan bagi kita semua untuk memastikan proses regenerasi berjalan. Batik harus tetap hidup sebagai warisan budaya sekaligus berkelanjutan sebagai industri,” ujar Agus dalam peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2025 di Museum Tekstil, Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Kendati demikian, Agus menjelaskan bahwa industri batik masih menunjukkan kinerja positif dari sisi ekspor. Pada Triwulan I-2025, nilai ekspor batik mencapai US$ 7,63 juta, tumbuh 76,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada Triwulan II-2025, ekspor batik kembali mencatatkan kenaikan sebesar 27,2% dengan nilai US$ 5,09 juta.
Baca Juga
HBN 2025, Menperin: Batik Bukan Sekadar Kain Tapi Warisan Perjuangan dan Ekonomi Bangsa
“Ini kabar baik, tetapi sekaligus tantangan bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing industri batik nasional,” tambahnya.
Lebih jauh, Menperin juga menyoroti pentingnya memperkuat pasar domestik. Ia menilai batik harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat, bukan hanya dikenakan saat acara formal. Khususnya bagi generasi muda, batik harus lebih mudah diakses dan relevan dengan tren gaya hidup masa kini.
“Hal ini membuka peluang strategis bagi industri batik untuk menghadirkan desain yang lebih segar, memanfaatkan pemasaran digital, serta menjaga kualitas agar batik semakin dekat dengan kehidupan generasi muda Indonesia,” ungkap Agus.

