Kemenperin Genjot Peran Anak Muda untuk Perkuat Industri Halal Nasional
Poin Penting
|
KAB. TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong generasi muda untuk aktif terlibat dalam pengembangan ekosistem industri halal nasional. Peran anak muda dinilai penting, baik sebagai pelaku usaha baru maupun sebagai bagian dari industri besar yang membutuhkan talenta inovatif dan adaptif.
Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Emmy Suryandari mengatakan bahwa kesadaran anak muda terhadap industri halal terus tumbuh. Meski masih perlu ditingkatkan, langkah awal ini menunjukkan arah yang positif.
“Kalau dibilang sesuai, tentu memang harus masih banyak ditingkatkan. Akan tetapi, kalau kita melihat dari sisi tenant yang tajam pada hari ini, saya lihat banyak sekali anak-anak muda yang memang sudah mulai melakukan paksanya bukan sebagai konsumen, tapi mereka sebagai umum,” ujar usai memberikan kuliah singkat di Halal Indo 2025, ICE BSD, Kab. Tangerang, Jumat (26/9/2025).
Ia mencontohkan banyak anak muda yang sudah mulai membangun usaha makanan sendiri dan memanfaatkan pendampingan sertifikasi halal. Namun, Emmy menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, terutama dari sisi literasi dan ruang diskusi.
"Tentunya anak-anak muda ya, satu mereka budaya literasinya. Mereka harus banyak membaca. Karena kalau tidak, maka yang ada juga mereka akhirnya hanya terpaku menjadi konsumen saja,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya, pemerintah perlu menyediakan lebih banyak ruang interaksi yang melibatkan anak muda agar ide-ide inovatif bisa tumbuh. “Anak-anak ini harus punya ruang untuk mereka bisa melakukan satu proses diskusi. Ini sebetulnya yang saya harapkan Pemerintah juga bisa ikut hadir di situ,” sambungnya.
Baca Juga
Bangun Ekosistem Halal Nasional, Kemenperin Fokus Atasi Tantangan Bahan Baku
Emmy menambahkan bahwa pengembangan industri halal tidak hanya menyasar pelaku usaha mikro dan kecil, tetapi juga harus menyentuh industri besar. Ia menekankan pentingnya pemahaman anak muda bahwa industri halal bukan sekadar produk untuk kelompok tertentu, tetapi bagian dari gaya hidup global.
Menurutnya, pengalaman dan pemahaman yang dimiliki generasi muda sejak awal akan memudahkan mereka beradaptasi di dunia kerja, baik di sektor UMKM maupun industri besar. Dengan kesiapan itu, Indonesia diharapkan dapat memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam industri halal dunia.
“Sehingga nantinya bisa dipastikan industri baik, industri besar, industri kecil, maupun industri menengah di Indonesia itu juga sudah siap untuk melakukan sertifikasi halal,” pungkasnya.
Data Kemenperin menunjukan Indonesia masih menempati posisi ke-9 dunia dalam ekspor produk halal pada tahun 2023, dengan nilai ekspor mencapai US$ 12,33 miliar. Posisi ini masih kalah dibanding negara-negara lain di dunia Islam seperti Malaysia dan Arab Saudi yang menempati peringkat lebih tinggi.

