Anindya: Indonesia Tawarkan Stabilitas Politik untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Energi di Forum Internasional
Poin Penting
|
NEW YORK, Investortrust.id - Indonesia kembali menunjukkan peran pentingnya di kancah internasional melalui kehadiran Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, dalam acara Private CEO Roundtable with UAE Leadership pada Senin, 22 September 2025, di New York, Amerika Serikat. Acara yang dihadiri oleh tujuh menteri dari Uni Emirat Arab (UEA) ini diselenggarakan oleh H.E. Badr Jafar, Utusan Khusus untuk Bisnis dan Filantropi Uni Emirat Arab. Bertempat di The Permanent Mission of the UAE to the UN, acara tersebut bertujuan untuk mempertemukan para pemimpin dunia dari sektor pemerintahan, dunia usaha, dan akademisi guna membahas isu-isu krusial yang tengah menjadi perhatian global.
Menurut Anindya Novyan Bakrie, inisiatif ini sangat berarti, karena selain mempertemukan pihak pemerintah dan bisnis, acara ini juga membuka ruang untuk dialog tentang tiga isu utama yang sangat relevan dengan tantangan global saat ini: ketahanan pangan, ketahanan energi, dan perubahan iklim. "Kadin Indonesia hadir untuk mewakili dunia usaha, termasuk sektor swasta, BUMN, UMKM, dan koperasi. Kami membawa pesan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki stabilitas politik dan kedamaian, yang menjadi landasan bagi pencapaian ketahanan pangan dan energi global," jelasnya.
Kehadiran Indonesia dalam forum ini semakin memperkuat posisi negara sebagai aktor penting dalam mendukung ketahanan pangan global. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk lahan pertanian yang subur serta berbagai komoditas yang dibutuhkan dunia. Anindya menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya penting untuk Indonesia, tetapi juga bagi dunia secara keseluruhan. "Ketahanan pangan bisa berkembang tidak hanya untuk Indonesia, meski itu adalah yang utama, tetapi juga untuk dunia," ungkapnya.
Baca Juga
Kadin & Hipmi Harap Pemerintah Perhatikan Pengusaha Menengah Lokal
Selain ketahanan pangan, Indonesia juga menawarkan potensi besar dalam sektor ketahanan energi. Dengan kekayaan mineral yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi pusat energi dunia, yang menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut. Indonesia memiliki cadangan energi yang beragam, mulai dari energi terbarukan hingga fosil, yang jika dikelola dengan baik dapat memperkuat ketahanan energi global.
Poin terakhir yang dibahas dalam acara tersebut adalah masalah perubahan iklim dan dampaknya. Indonesia, dengan keberagaman ekosistemnya yang meliputi hutan tropis, mangrove, dan terumbu karang, memiliki peran besar dalam menjaga kelestarian lingkungan global. Anindya menegaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga ekosistem alamnya, yang tidak hanya memberikan manfaat bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia.
"Kami ingin memastikan bahwa kondisi iklim tetap baik dengan menjaga keberlanjutan hutan, mangrove, dan terumbu karang yang menjadi bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim," katanya.
Forum ini juga menjadi ajang penting dalam mendukung visi Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, yang tengah berupaya mengangkat isu ketahanan pangan, energi, dan perubahan iklim di hadapan dunia, khususnya di forum United Nations General Assembly (UNGA). Indonesia menawarkan dirinya sebagai mitra yang dapat membantu mewujudkan stabilitas global melalui politik yang damai dan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan serta pembangunan ekonomi yang inklusif.

