Indonesia-UEA Perkuat Kerja Sama Lewat Teknologi dan Pemerintahan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) mempererat kolaborasi strategis di bidang teknologi dan tata kelola pemerintahan. Hal ini ditandai lewat acara forum Indonesia-UAE Government Experience Exchange Retreat di Jakarta, Senin (15/9/2025).
Pemerintah dalam hal ini diwakilkan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria. Sementara UEA diwakili oleh Wakil Menteri Urusan Kabinet UEA untuk Daya Saing dan Pertukaran Pengalaman, Abdulla Nasser Lootah.
Nezar menegaskan forum ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya ditandatangani kedua negara. Menurutnya, UEA berbagi banyak pengalaman penting dalam transformasi digital, baik untuk sektor publik maupun swasta.
“Kita menyaksikan bagaimana perjalanan UEA dalam satu dekade terakhir berhasil mengubah wajah negaranya lewat adopsi teknologi. Itu yang ingin kita pelajari,” jelas Nezar kepada awak media.
Salah satu fokus kerja sama kedua negara ini adalah memperkuat kapasitas talenta digital Indonesia. Nezar menyebut, program 10 Juta Coders resmi diluncurkan untuk mendidik generasi muda Indonesia di bidang pemrograman dan kecerdasan buatan (AI) dan akan berlangsung selama tiga tahun.
“Kita sambut baik inisiatif ini. Harapannya anak muda Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga bisa berkembang sebagai deployer dan developer teknologi, terutama AI,” kata Nezar.
Baca Juga
Kemenkomdigi Dapat Anggaran Rp 8 Triliun 2026, Fokus pada Infrastruktur dan Ekosistem Digital
Sementara itu, Abdulla Nasser Lootah menekankan hubungan Indonesia-UEA memiliki sejarah panjang yang kini berkembang ke ranah inovasi digital. Ia menyebut forum ini akan mencakup lima kluster strategis: inovasi, pelayanan publik, daya saing dan statistik, manajemen kinerja, serta kecerdasan buatan AI.
“Program 10 Juta Coders ini adalah yang terbesar yang pernah kami luncurkan di dunia. Dengan dukungan Pemerintah Indonesia, anak muda akan dibekali keahlian coding, pemrograman, hingga AI untuk membangun aplikasi mereka sendiri dan meniti karier digital,” jelas Abdulla.
Ia juga menambahkan, kerja sama ini bukan sekadar transfer pengetahuan sepihak dari UEA. Pihaknya juga ingin belajar dari praktik-praktik baik yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam digitalisasi layanan publik. “Kami percaya kombinasi pengalaman kedua negara akan membawa hasil luar biasa,” katanya.
Abdulla juga menyampaikan apresiasi atas dukungan politik yang kuat dari kedua negara, termasuk momentum pemerintahan baru di Abu Dhabi yang memberi semangat baru dalam hubungan bilateral. “Kami merasa terhormat bisa melaksanakan forum ini hanya beberapa hari setelah pelantikan presiden. Ini bukti bahwa kita bergerak cepat,” tuturnya.
Lewat program ini, kedua negara menargetkan lahirnya talenta digital yang siap bersaing secara global dan diharapkan menjadi fondasi penting untuk memperkuat ekonomi digital yang tengah tumbuh pesat.

