Pertamina Pastikan BBM Aman di 100 Kampung Nelayan Merah Putih 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT Pertamina (Persero) dalam menjalankan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Kehadiran Pertamina dalam program ini adalah untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM) di lokasi KNMP.
Pada 2025 ditargetkan pembangunan 100 KNMP, selanjutnya 2026 ditargetkan 250 KNMP, sampai kemudian 2028 dilakukan monitoring dan evaluasi 1.100 KNMP.
VP Retail Fuel Sales Pertamina Patra Niaga Windriawan Kurniawan menyampaikan, kerja sama ini dijalin agar tidak ada kendala memperoleh bahan bakar minyak untuk kapal-kapal perikanan, yang dapat menghambat produktivitas para nelayan.
“Kami terus berkoordinasi dengan KKP dan pemerintah daerah (pemda) mengenai titik-titiknya, karena harus dipastikan bagaimana pasokan bisa sampai ke lokasi,” kata Windriawan dalam konferensi pers di kantor KKP, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Selain itu, dia juga mengimbau kepada calon mitra pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN) untuk segera melakukan proses pendaftaran guna pengurusan izinnya.
Baca Juga
Nelayan Makin Cuan, Limbah Ikan Disulap Jadi Tepung Berkat PLTS Pertamina
Sementara itu, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendorong program KNMP tidak hanya untuk memacu produktivitas masyarakat pesisir, tetapi juga memastikan kegiatan ekonomi yang dijalankan memiliki basis pengelolaan yang kuat.
Ketua KNTI Dani Setiawan mengungkapkan, program KNMP ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
“Membangun kampung nelayan itu merupakan satu pertempuaran besar yang amat sangat penting, dan harus didekati dengan cara-cara patriotik. Bukan hanya sekadar dari kampung tradisional menjadi modern, tetapi juga menjiwai pembangunan kampung pesisir dengan semangat Merah Putih,” ujar Dani.
Program KNMP mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya menyejahterakan masyarakat perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pembangunan target 1.100 kampung akan dilaksanakan bertahap setiap tahun.
Pada 2025 ditargetkan pembangunan 100 KNMP, selanjutnya 2026 ditargetkan 250 KNMP, sampai kemudian 2028 dilakukan monitoring dan evaluasi 1.100 KNMP.
Baca Juga
Pemerintah Alokasikan Rp 1,34 Triliun untuk Ubah Wajah 65 Kampung Nelayan
Pemilihan calon lokasi KNMP telah melalui berbagai tahapan seleksi dan seluruh calon lokasi yang terpilih telah memenuhi kriteria minimal, yaitu:
1. Mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan/pembudidaya ikan.
2. Ketersediaan dan status lahan clear and clear untuk pembangunan fasilitas produksi (lebih dari 1 hektare).
3. Terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
4. Memiliki potensi SDI, budi daya ikan, dan wisata bahari yang dapat dikembangkan
5. Keberterimaan masyarakat dan pemerintah setempat, serta siap diberdayakan (social engineering).

