Tarik Investor, VinFast Andalkan Bengkel Mitra untuk Ekspansi EV di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - VinFast Indonesia menyiapkan strategi khusus untuk menarik minat investor sekaligus mempercepat ekspansi kendaraan listrik (EV) di Tanah Air. Produsen asal Vietnam ini tidak mewajibkan dealer membangun bengkel resmi dalam satu paket, melainkan menggandeng bengkel pihak ketiga sebagai mitra layanan purna jual.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan pendekatan ini lebih bertujuan mempercepat penetrasi pasar tanpa membebani investor. “Teknisi bengkel mitra kami training, kami bekali alat, bahkan bisa klaim garansi langsung. Jadi konsumen tetap mendapat layanan resmi meski tidak ke dealer VinFast,” jelasnya.
Dengan skema bengkel mitra, dealer dapat fokus pada showroom, sementara perawatan kendaraan dilakukan bengkel yang sudah dilatih khusus. Strategi light investment ini memungkinkan VinFast menargetkan 70–80 outlet hingga akhir 2025.
Dari perspektif bisnis, model ini membuka peluang bagi bengkel independen untuk masuk ke ekosistem EV. Selain efisiensi bagi VinFast, langkah ini menciptakan multiplier effect karena melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk skala menengah hingga kecil.
Baca Juga
Update Pabrik di Subang, Ini Bocoran dari Bos VinFast Indonesia
Kari sapaannya, menegaskan bahwa strategi ini sejalan dengan komitmen jangka panjang VinFast. “Kami tidak hit and run. Investasi pabrik di Subang, pembangunan charging station, dan layanan purna jual ini membuktikan keseriusan kami di Indonesia,” ujarnya.
Bagi investor, keuntungan model ini terletak pada efisiensi modal dan percepatan penetrasi pasar. Dengan tingkat adopsi EV yang meningkat signifikan dari 1% pada 2022 menjadi 10,5% pada pertengahan 2025, strategi VinFast dinilai tepat waktu.

