Jadi Pionir Dunia, Pertamina 'Groundbreaking Green Hydrogen Plant' Ulubelu dengan Teknologi Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memulai pembangunan Pilot Plant Green Hydrogen Ulubelu di Ulubelu, Lampung pada Senin (9/9/2025). Fasilitas ini menjadi yang pertama di dunia yang mengintegrasikan teknologi anion exchange membrane (AEM) electrolyzer dengan listrik bersumber dari energi panas bumi, menghadirkan solusi energi bersih untuk mendukung target net zero emission (NZE) 2060.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam transformasi bisnis Pertamina, yang memperkuat komitmen perusahaan terhadap pengembangan energi hijau dan transisi dari energi fosil.
Baca Juga
Investasi Pertamina NRE Buktikan Hasil, Laba CREC Meroket 38%
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengapresiasi terobosan Pertamina yang mengintegrasikan investasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan industri hidrogen hijau. Menurutnya, hidrogen hijau adalah salah satu sumber energi rendah emisi yang dapat mendisrupsi dominasi energi fosil di masa depan.
“Dengan semakin banyak alternatif pilihan, masyarakat tentu akan membandingkan mana yang lebih efektif dan efisien. Variasi energi terbarukan akan memberikan keuntungan bagi konsumen untuk memilih sumber energi yang berkualitas tanpa merusak lingkungan,” ujar Yuliot dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menambahkan bahwa Ulubelu memiliki nilai historis dalam perjalanan energi nasional. Ia menyebut groundbreaking ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada energi nasional. “Ulubelu kembali menorehkan sejarah. Ini bukan sekadar proyek teknologi atau investasi, melainkan warisan berharga untuk generasi mendatang,” kata Iriawan.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa proyek ini adalah langkah konkret menuju visi Pertamina menjadi perusahaan energi bersih kelas dunia.
“Pengembangan green hydrogen sejalan dengan dual growth strategy Pertamina Group dalam membangun portofolio bisnis rendah karbon. Inisiatif ini membuktikan teknologi hidrogen hijau berbasis panas bumi dapat diterapkan dan menjadi model yang bisa direplikasi di wilayah lain,” jelas Simon.
Baca Juga
Hasilkan Green Hydrogen, PLTP Kamojang Siap Suplai Bahan Bakar untuk Bus di Jakarta
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang hadir dalam acara groundbreaking menyebut proyek ini sebagai bukti nyata bahwa Lampung berkontribusi bagi Indonesia dan dunia. “Mari kita jadikan Pilot Plant Green Hydrogen Ulubelu ini sebagai awal perjalanan besar menuju Indonesia yang hijau, mandiri energi, dan berdaya saing global,” kata Rahmat.
Pilot Plant Green Hydrogen Ulubelu ditargetkan beroperasi pada 2026 dengan nilai investasi sekitar US$ 3 juta (sekitar Rp 45 miliar). Hidrogen hijau yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk uji pasar, termasuk sektor transportasi dan industri. Proyek ini juga akan menjadi pusat pembelajaran teknologi dan studi komersialisasi untuk pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia.

