PHR dan PDSI Cetak Talenta Migas Riau Lewat Program Vokasi Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) meluncurkan program Penguatan Ekosistem Vokasi Riau di Indonesia Drilling Training Center (IDTC), Indramayu, Jawa Barat. Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri hulu migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Peluncuran dihadiri jajaran manajemen PHR dan PDSI, perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), serta Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama dan kunjungan ke fasilitas IDTC, pusat pelatihan yang dirancang khusus untuk mencetak tenaga kerja migas kompeten.
Baca Juga
Pertamina Drilling Bangun Sumur Air Bersih, Dimanfaatkan oleh 58 Kepala Keluarga di Minas Jaya Siak
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan industri. “Program ini bukan hanya pelatihan, tapi investasi jangka panjang untuk keberlanjutan industri hulu migas,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis (4/9/2025).
IDTC berlokasi di Desa Kaplongan, Indramayu, dengan fasilitas lengkap, seperti ruang kelas, asrama, dapur, ruang olahraga, hingga simulator pengeboran. Peserta pelatihan akan menempuh program selama 2 bulan, menjalani sertifikasi, lalu melanjutkan magang di PDSI.
Putra Albiansyah, peserta asal Duri, Riau, mengaku antusias. “Saya senang berada di sini. Fasilitasnya bagus, makanan juga enak,” katanya.
Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menekankan pentingnya regenerasi SDM. “Kami harus menyiapkan generasi muda untuk melanjutkan operasi migas di semua lini. Kami ambil yang terbaik dari sisi kompetensi,” ujarnya.
Baca Juga
'Green Drilling', Pertamina Ubah 'Flare' Gas Jadi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Mendukung ketahanan energi
VP Corporate Secretary & Legal Counsel PDSI, Rian Dhanisaputra, menyebut IDTC awalnya dibangun untuk meningkatkan kapasitas internal PDSI, tetapi kini diperluas untuk mendukung program vokasi PHR. “Selama hampir 20 tahun, IDTC menjadi bentuk komitmen PDSI mendukung pengembangan kapasitas pekerja hulu migas,” jelasnya.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa vokasi migas ini sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto memperkuat ketahanan energi nasional. “Kami ingin memastikan keberlanjutan energi diiringi dengan keberlanjutan kompetensi tenaga kerja lokal,” katanya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Riau, Bambang Rusdianto, berharap program ini berdampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja. “Sesuai amanat Gubernur, kita kurangi pengangguran dan tingkatkan tenaga kerja,” ujarnya.

