Kilang Pertamina RU IV Cilacap, Produsen Avtur Utama dan 'Green Refinery' Andalan
Poin Penting
|
CILACAP, investortrust.id - Kilang Pertamina RU IV Cilacap merupakan unit pengolahan terbesar di Indonesia dengan kapasitas total 348 MBPOD atau menyumbang 33,2% dari seluruh produksi Pertamina. Kilang ini didukung oleh lebih dari 1.300 pekerja dan 945 tenaga kerja jasa penunjang.
General Manager PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VI Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo memaparkan, kilang ini memiliki Nelson Complexity Index (NCI) 7,4% serta menjadi produsen avtur utama nasional.
"Kilang Cilacap ini yang terbesar sebelum diresmikannya Kilang Balikpapan. Sekitar sepertiga dari kapasitas kilang yang dimiliki oleh PT KPI," ucap Wahyu dalam sambutannya di acara Jejak Berkelanjutan di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (27/8/2025).
Dia pun menyebutkan, produk yang dihasilkan oleh Kilang Cilacap ini meliputi bahan bakar minyak (BBM)(65,6%), avtur (15,3%), petrokimia (11,9%), bahan bakar khusus (BBK) seperti Pertamax (5,3%), dan lube base oil atau pelumas (1,9%). Sementara pasokan bahan baku berasal dari 27 sumber domestik seperti Banyu Urip, Duri, hingga Minas, serta 26 sumber impor dari ALC, Saharan, hingga Cabinda.
"Crude yang kita olah itu sekitar 68-70% memang dari impor, 30-32% itu domestik. Dengan jumlah crude yang diolah untuk domestiknya 27, impornya sekitar 26 jenis," ucap dia.
Baca Juga
Pertamina SAF, Bioavtur 'Made in' Kilang Cilacap yang Cetak Sejarah Mengudara
Sejak beroperasi pada 1974, RU IV Cilacap terus melakukan pengembangan, mulai dari pembangunan unit distilasi minyak mentah, proyek paraxylene, LPG & SRU, RFCC, hingga PLBC pada 2015. Ke depan, kilang ini akan ditingkatkan melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Kilang Cilacap sendiri termasuk ke dalam kelompok Green Refinery, karena menjadi fasilitas PT KPI dalam memproduksi produk-produk ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk transisi energi dan mendukung target pengurangan emisi Pemerintah. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan.
"Tentunya komitmen ini bukan hanya memberikan kontribusi yang signifikan, khususnya pengurangan emisi gas rumah kaca dan kegiatan operasional, tetapi juga menunjukkan bahwa kita mampu mengedepankan keberlanjutan dan mengembangkan performa bisnis," ujar Iriawan.
Tercatat ada empat program yang membuat Kilang Cilacap menjadi Green Refinery, yaitu pengembangan. Sustainable Aviation Fuel (SAF) alias avtur hijau, PLTS 2,3 MW yang menjadi bagian dari bauran energi kilang, Re-engineering boiler: teknologi efisiensi energi untuk mengurangi emisi, serta water treatment & pengelolaan limbah.

