Mentan Amran Sebut Indonesia Tidak Impor Beras Tahun Ini, Stok Melimpah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, Indonesia menghentikan impor beras tahun ini di tengah krisis pangan global. Langkah itu ditempuh karena stok beras hingga Agustus 2025 terus meningkat.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur stok beras dalam negeri sangat cukup, sehingga tahun ini kita tidak impor beras. Hingga Agustus ini stok beras aman dan produksi on the track, terus meningkat," ucap Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (24/8/2025).
Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional melonjak dari 30,62 juta ton pada 2024 dan menjadi 33,8–35,6 juta ton pada 2025 (perkiraan). Cadangan beras pemerintah juga mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun, yakni 4,2 juta ton.
Baca Juga
“Dulu kita defisit stok dan terpaksa impor 7 juta ton pada 2023 dan 3–4 juta ton pada 2024. Kini, stok kita tertinggi dalam sejarah, dan dunia mengakui ketahanan pangan Indonesia. FAO dan Departemen Pertanian Amerika memuji capaian ini,” ungkap Mentan Amran.
Amran mengklaim pemerintah berhasil menekan harga beras yang sempat melonjak. Menurut data panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 26 Agustus 2025, harga beras medium dan premium berangsur turun di 15 provinsi, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali.
“Dua hari lalu, harga beras turun di 13 provinsi, dan kini meluas ke 15 provinsi. Saya optimistis harga akan semakin stabil dalam beberapa minggu ke depan, seiring penguatan distribusi beras SPHP," ujar dia.
Baca Juga
Dorong Swasembada Pangan, Prabowo: Stok Cadangan Beras Lebih dari 4 Juta Ton
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) juga melaporkan pasar ritel modern mulai terisi kembali, bahkan harga beras turun sekitar Rp 1.000 per kg. Penurunan ini didorong operasi pasar Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digencarkan Perum Bulog bersama TNI/Polri dan instansi terkait.
Hingga saat ini Perum Bulog menyalurkan 6.000 ton beras SPHP per hari, dengan rencana peningkatan menjadi 7.000–10.000 ton per hari hingga akhir 2025. Total target penyaluran hingga Desember mencapai 1,3 juta ton.

