Pemerintah Buka Peluang Investor Garap Megaproyek LRT Bandung dan Semarang Rp 40 T
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah membuka peluang bagi investor baik domestik maupun asing untuk ikut menggarap proyek light rail transit (LRT) di Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah.
“Kalau LRT Bandung kita memang sudah sampai pada anggaran, sudah diusulkan masuk blue book,” ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam media gathering di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Di sisi lain, rencana pembangunan LRT Semarang saat ini masih diampu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Ihwal itu, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap membuka potensi untuk membantu daerah tersebut dalam hal creative financing.
“Kami akan menyambut kalau ada (rencana LRT Semarang),” ujar Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono.
Baca Juga
LRT Jabodebek Bawa 2,7 Juta Penumpang pada Juli 2025, Ini 3 Stasiun Paling Ramai
Pemkot Semarang tengah menyiapkan rencana pembangunan LRT sepanjang 78,4 kilometer (km) dengan estimasi investasi Rp 14,76 triliun. Proyek ini akan digarap melalui skema kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha (KPDBU) untuk menggaet partisipasi swasta.
Adapun LRT Semarang dirancang melalui Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 16 Tahun 2024 tentang Rencana Induk Transportasi Tahun 2023-2043 dan akan memiliki sembilan koridor yang menghubungkan pusat kota di Simpang Lima hingga kawasan Penggaron. Pada tahap awal, dua koridor akan dikerjakan lebih dahulu, yakni rute Simpang Lima–Tawang–Poncol (8 km) dan Simpang Lima–Bandara Ahmad Yani (9,8 km).
Menhub Dudy juga mempercepat upaya pengembangan proyek LRT di Kota Bandung melalui kerja sama internasional dengan Prancis. Di sana, Menhub Dudy membahas rencana penguatan kerja sama transportasi bersama Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot.
Salah satu poin utama pertemuan tersebut adalah komitmen pemerintah Prancis untuk mendukung pengembangan proyek LRT Bandung. Dukungan itu, meliputi pendanaan studi kelayakan serta keterlibatan perusahaan-perusahaan Prancis dalam proyek tersebut.
"Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk mendukung pengembangan transportasi massal yang modern dan berkelanjutan di Indonesia," kata Menhub Dudy beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Penumpang KAI Group Naik Tembus 240 Juta Penumpang, Terbanyak LRT Jabodebek
Proyek LRT Bandung akan terhubung dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Tegalluar. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Bandung Raya.
Proyek LRT Bandung akan dibangun dengan dua koridor prioritas, yaitu rute Tegalluar-Leuwipanjang dan Leuwipanjang-Babakan Siliwangi. Biaya pembangunan LRT Bandung ditaksir mencapai Rp 26 triliun melalui skema KPBU.

