Pertamina Pamer Kekuatan Teknologi Nasional di KSTI 2025, dari Rig Merah Putih hingga SAF
Poin Penting
|
BANDUNG, Investortrust.id - Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 menjadi panggung kontribusi PT Pertamina (Persero) mendukung penguatan ekosistem riset, teknologi, dan industri guna mencapai ketahanan energi nasional.
Dalam konvensi ini, Pertamina menampilkan sejumlah teknologi strategis karya anak bangsa. Salah satunya Rig Merah Putih, rig pengeboran migas buatan dalam negeri hasil kolaborasi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan PT Pindad (Persero). Rig ini diharapkan menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada energi nasional, sekaligus meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di sektor energi.
Direktur Utama PDSI, Avep Disasmita, menyampaikan bahwa pengembangan Rig Merah Putih mencerminkan semangat kemandirian bangsa dan dukungan konkret Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. “Kami siap mendukung peningkatan produksi migas nasional dan pengembangan geotermal dengan teknologi karya anak negeri,” ujar dia dalam keterangannya, Senin (11/8/2025).
Sebagai bagian dukungan terhadap pendidikan tinggi, PDSI menyerahkan bantuan alat laboratorium kepada Program Studi Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB). Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap sustainable development goals (SDG) 4, yaitu pendidikan berkualitas.
Tak hanya inovasi di sektor hulu migas, Pertamina juga menunjukkan peran aktif dalam transisi energi. Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, dalam salah satu sesi paralel KSTI, menegaskan arah strategis Pertamina ke depan yang tidak hanya mengandalkan bisnis hidrokarbon, tetapi mengembangkan energi hijau dan teknologi berkelanjutan. "Kesemuanya bertujuan mencapai ketahanan energi Indonesia," kata dia.
Baca Juga
Pertamina dan KKP Gaungkan Ekonomi Biru Lewat Revitalisasi Mangrove Nasional
Beberapa program unggulan yang dipaparkan, antara lain pengembangan bioetanol dari molase, sorgum, dan nira aren, serta produksi sustainable aviation fuel (SAF) dari minyak goreng bekas (used cooking oil/UCO). Kilang Pertamina Cilacap, Dumai, dan Balongan saat ini tengah menjalankan proyek pengolahan bahan bakar ramah lingkungan ini.
“Kami menargetkan Indonesia menjadi hub produksi SAF untuk kawasan ASEAN. Untuk itu, Pertamina terus mendorong terbentuknya ekosistem nasional pengumpulan used cooking oil,” terang Oki.
Di sela rangkaian KSTI, Pertamina dan ITB menandatangani nota kesepahaman strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Rektor ITB Tatacipta Dirgantara.
Kerja sama ini, meliputi pengembangan sumber daya manusia (SDM), riset teknologi energi, hingga penguatan kapasitas industri. Salah satu wujud nyata hasil kolaborasi jangka panjang ini adalah “Katalis Merah Putih” yang kini telah mencapai tahap komersialisasi.
Dukungan Presiden
Dalam acara yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Kamis (7/8/2025), Presiden Prabowo Subianto turut hadir dan meninjau berbagai inovasi dalam negeri, termasuk sejumlah teknologi unggulan milik Pertamina. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi simbol kuat dukungan negara terhadap penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sebagai pilar penting menuju “Indonesia Emas 2045”.
Baca Juga
Energi Surya Pertamina Bikin Pertanian Cilamaya Cuan dan Hemat Listrik
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian teknologi bangsa. “Saya ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pemain utama dalam teknologi dan industri global,” ujar Presiden Prabowo, saat meninjau booth teknologi nasional termasuk “Katalis Merah Putih” hasil kolaborasi Pertamina dan ITB.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyambut baik kehadiran Presiden Prabowo dalam konvensi tersebut. “Kehadiran Presiden menjadi pemicu semangat bagi kami untuk terus berinovasi demi kemajuan teknologi nasional,” ujarnya.
Fadjar berharap, inovasi-inovasi yang dibawa Pertamina ke forum ini dapat mendukung target produksi energi dan menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

