Berdialog dengan Sekjen ASEAN, Kadin Jepang di ASEAN (FJCCIA) Rekomendasikan Kerja Sama Bidang Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Federasi Kamar Dagang dan Industri Jepang di ASEAN (Japanese Chambers of Commerce and Industry in Asean/FJCCIA) mengadakan dialog dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn. Keduanya mendiskusikan cara memperkuat kerja sama antara Jepang dan ASEAN di masa depan.
Pasalnya, sektor perdagangan global tengah menghadapi ketidakpastian masa depan yang meningkat akibat intervensi kebijakan dari negara-negara besar, seperti kebijakan tarif dan proteksionisme Amerika Serikat (AS).
FJCCIA membuat rekomendasi yang berfokus pada elemen-elemen yang harus ditangani bersama ASEAN untuk mencapai tujuan yang diuraikan dalam Rencana Strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) periode 2026-2030. Rencana ini diadopsi dan disesuaikan oleh para pemimpin ASEAN dengan Cetak Biru MEA pada Mei 2025.
Secara khusus, rekomendasi tersebut disusun berdasarkan empat pilar, yakni rantai pasokan yang tangguh, ekonomi hijau dan keberlanjutan, ekonomi digital, inovasi, dan teknologi baru, serta Asean yang inklusif.
“Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat daya saing ASEAN dengan berkolaborasi di berbagai bidang, termasuk memperkuat konektivitas dengan mitra di dalam dan di luar kawasan ASEAN,” ujar Chairman of FJCCIA, Wakabayashi Koichi di Markas Besar ASEAN atau Sekretariat ASEAN di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
FJCCIA juga berharap, dapat membangun ekosistem untuk pengembangan sumber daya manusia bersama, mendorong inovasi terbuka, meningkatkan keberlanjutan, dan mengatasi tantangan digital, seperti yang diuraikan dalam rencana tersebut.
Wakabayashi memandang, peran ASEAN dalam rantai nilai global menjadi semakin penting. Secara khusus, upaya-upaya yang diperlukan untuk memajukan peran ASEAN, antara lain menetapkan standar dan pedoman untuk memperluas investasi hijau, melindungi kekayaan intelektual, hingga memastikan tata kelola data yang tepat dalam transaksi e-commerce.
“Sekaligus mengembangkan aturan terkait pengembangan dan mobilitas sumber daya manusia,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri Jepang di Vietnam (JCCIVN) tersebut.
Baca Juga
RI dan ASEAN Diharapkan Ambil Peran Jembatani Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand
Dia menegaskan, Jepang yang memiliki rantai pasokan kuat di kawasan akan bekerja sama dengan ASEAN untuk mengatasi masalah dan isu-isu bersama. Pasalnya, negara-negara dan kawasan, seperti Amerika Serikat, China, dan Uni Eropa juga berupaya memperkuat hubungan dengan ASEAN.
Selama dialog, Wakabayashi menyatakan keprihatinannya karena tantangan terbaru terhadap sistem perdagangan bebas, meningkatkan ketidakpastian dalam ekonomi regional dan berdampak negatif terhadap lingkungan bisnis.
Dia menekankan bahwa modal dan lapangan kerja saja, tidak cukup bagi ASEAN untuk mengatasi jebakan negara berpenghasilan menengah. “Sebaliknya, kami mengadvokasi sebuah model yang mencakup teknologi dan pengetahuan sebagai komponen penting untuk pembangunan berkelanjutan," sambungnya.
Japan External Trade Organization (JETRO) mengkoordinasikan dialog tersebut sebagai perantara perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di ASEAN, Sekretariat ASEAN, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami telah mendukung pelaksanaan kerangka kerja dialog ini sejak awal,” ujar Presiden JETRO, Kataoka. Dia menekankan bahwa penting bagi Jepang dan ASEAN untuk berbagi arah dan tujuan yang sama, serta bersama-sama memilih tindakan apa yang akan diambil untuk mencapainya.
Kataoka kemudian memperkenalkan arah masa depan untuk kerja sama konkret dan inisiatif JETRO, meliputi restrukturisasi dan diversifikasi rantai pasokan, memperkuat kerja sama di bidang digital, dan meningkatkan kolaborasi di sektor hijau.
Dialog tahun ini diadakan secara langsung, dengan perwakilan dari masing-masing kamar dagang, setelah pertemuan tahun lalu. FJCCIA terdiri dari kamar dagang Jepang pada sembilan negara ASEAN yang memiliki 7.304 perusahaan anggota per Juni 2025, menjadikannya sebagai federasi terbesar di kawasan ASEAN.
Sejak 2008, FJCCIA telah mengadakan dialog tahunan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN. Dialog ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Jepang di Vietnam, serta perwakilan dari 10 kamar dagang dan industri di ASEAN.
Tahun ini, dialog tersebut juga dihadiri Charge D'Affaires, Minister of the Mission of Japan to ASEAN Chujo Kazuo, serta Director of Asia and Pacific Division, Trade Policy Bureau, the Ministry of Economy, Trade and Industry Hata Yumiko.

