PGN (PGAS) Bongkar 3 Elemen Penting Pengelolaan Bisnis Gas Bumi Ramah Lingkungan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memiliki cara dalam mengelola bisnis energi gas bumi agar ramah terhadap lingkungan sekitar. Ada tiga elemen utama yang diperhatikan agar pengelolaan bisnis gas bumi PGN tetap ramah lingkungan, yaitu sistem manajemen risiko, peralatan/equipment, dan sumber daya manusia (SDM).
“Kegiatan operasional bisnis gas bumi PGN berdampingan dengan lingkungan, di antaranya operasional di lepas pantai dan jaringan pipa transmisi gas bumi yang melintasi laut. Dengan pengelolaan bisnis gas bumi mulai dari upstream, midstream hingga downstream. PGN memiliki tanggung jawab agar keseluruhan bisnis tersebut berjalan berkelanjutan dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan,” jelas Direktur Manajemen Risiko PGN Arief Kurnia Risdianto di hadapan anak-anak muda saat berlangsungnya "Young On Top National Conference (YOTC)" ke-15 di Balai Kartini, Jakarta seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Pertama dari sisi sistem manajemen risiko, PGN selalu mengidentifikasi risiko-risiko yang terjadi pada saat pembangunan maupun pengelolaan infrastruktur gas bumi, termasuk yang berlokasi di lepas pantai karena bersinggungan dengan ekosistem laut, seperti pipa South Sumatera West Java (SSWJ, Kalimantan Jawa Gas (KJG) dan Transportasi Gas Indonesia (TGI). Dari identifikasi risiko, PGN akan dapat memitigasi atau mencegah risiko-risiko yang memungkinan terjadi pada bisnis yang memiliki tingkat hazard cukup tinggi ini.
Baca Juga
Sistem manajemen risiko bertujuan mengurangi dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif dari aktivitas operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. PGN telah mengintegrasikan risiko environmental, sustainability dan governance (ESG) ke dalam manajemen risiko perusahaan.
Secara global, manajemen risiko ESG PGN semakin diakui karena mampu meraih skor ESG Risk Rating sebesar 20,2 dan menjadi peringkat pertama di antara perusahaan infrastruktur gas di dunia pada kategori kapitalisasi pasar US$ 2,0- $2,8 miliar.
Elemen kedua adalah pemilihan peralatan atau equipment berkualitas sesuai standar, sehingga tingkat keamanan akan lebih tinggi dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Kemajuan teknologi juga mendorong PGN menggunakan peralatan lebih ramah lingkungan. PGN melakukan langkah preventif dengan melakukan maintenance secara berkala agar peralatan yang dipakai selalu reliabel dan tidak menyebabkan bahaya besar.
Elemen ketiga dan tidak kalah penting adalah SDM. PGN terus mengembangkan kompetensi karyawan untuk mendukung produktivitas, keselamatan, kelangsungan operasional, dan mendukung pelaksanaan strategi keberlanjutan melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Sepanjang 2024, rata-rata jam pelatihan meningkat 72% menjadi 69 jam per karyawan (PGN standalone), dengan fokus utama pada upskilling terkait energi bersih, teknologi digital, dan manajemen risiko operasional.
Baca Juga
Kisah Sukses PGN (PGAS) Kuasai Bisnis LNG dengan Margin Fantastis
PGN mencatatkan 44.472.719 jam kerja aman dengan 490.585.951 jam kerja aman kumulatif pada 2024 serta berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) dan ISO 45001 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Gas bumi sebagai komoditi utama dalam bisnis PGN, memiliki peranan besar untuk menekan emisi karbon. Gas bumi sebagai resource yang diperoleh langsung dari alam, menghasilkan emisi yang relatif lebih rendah dibanding energi fosil lainnya, seperti minyak bumi dan batu bara. Besaran emisi karbon yang dihasilkan gas bumi sekitar 450-550 gram CO2 per kWh, sedangkan minyak bumi 700-900 gr CO2 per kWh, dan batu bara 600-1.100 gr CO2 per kWh.

