VIDA Rilis Pusat Literasi Penipuan Digital dan Fitur Magic Scan Berbasis AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan penyedia identitas digital, VIDA, meluncurkan dua inisiatif strategis untuk memperkuat keamanan digital nasional, yaitu Where’s The Fraud Hub dan Magic Scan.
Founder & Group CEO VIDA Niki Luhur mengungkapkan, Where’s The Fraud Hub merupakan pusat literasi dan deteksi penipuan digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Melalui literasi Where's The Fraud Hub, VIDA menyediakan wawasan real time, analisis tren, dan literasi publik untuk melindungi identitas digital masyarakat,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga
Hindari Kebocoran, VIDA Ajak Masyarakat Beralih ke Otentikasi Tanpa Password
Menurutnya, Where's The Fraud Hub adalah inisiatif nasional yang menyediakan white paper, studi kasus, dan data terkini tentang penipuan digital; panduan praktis mendeteksi penipuan berbasis AI; serta video edukasi publik dan PSA yang mudah dipahami.
Sementara itu, lanjut Niki, Magic Scan yang merupakan fitur terbaru di VIDA App, memungkinkan pengguna memindai, menyimpan, dan menandatangani dokumen digital secara langsung di dalam aplikasi VIDA.
Fitur ini mendukung batch scan hingga 15 dokumen, membubuhkan e-meterai resmi, serta menjamin keabsahan dokumen melalui tanda tangan digital yang legally binding.
“Magic Scan dalam VIDA App, yang memberikan kemudahan, kenyaman dan keamanan dimulai scan atau pindai dokumen, penyimpanan dan tanda tangan digital yang legally binding dalam aplikasi tersebut,” kata Niki.
Baca Juga
Perkuat Keamanan dan Sederhanakan Verifikasi, Tokocrypto Gandeng Vida
Sementara itu, Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi RI Teguh Arifiyadi menyambut baik langkah ini. Menurutnya, lebih dari 90% kasus penipuan digital berasal dari social engineering dan phishing.
“VIDA, sebagai penyelenggara PSrE, memegang peran penting dalam melakukan verifikasi identitas yang akurat demi mencegah bahaya penipuan digital yang kini makin canggih, terlebih dengan adanya dorongan teknologi AI," ucap Teguh.
Data Komdigi mencatat, sepanjang 2024, lebih dari 250 juta dokumen ditandatangani secara elektronik, banyak diantaranya bernilai ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, fitur Magic Scan diharapkan menjadi solusi praktis dan aman, khususnya bagi pekerja profesional dan pelaku usaha yang mengelola dokumen penting melalui perangkat mobile.

