Hippindo Hadirkan Hari Ritel Modern Indonesia untuk Dongkrak Daya Beli Masyarakat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menggelar Hari Ritel Modern (Harmoni) 2025 untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Harmoni menjadi acara yang dapat mempertemukan peritel dengan pelaku UMKM dan pembeli.
“Karena kita tahu bahwa daya beli harus diciptakan, lapangan pekerjaan harus diciptakan,” kata Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, saat peluncuran Harmoni, di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Budi mengatakan penciptaan lapangan kerja dengan daya beli memiliki keterikatan. Tanpa adanya lapangan kerja, daya beli masyarakat tidak akan bergerak.
Sebagai langkah kolaboratif, Budi menjelaskan Harmoni turut mengajak pelaku UMKM turut serta. Dengan terlibatnya UMKM, produk buatan UMKM dapat ditawarkan di berbagai retail. “Sehingga masuk ke dalam rantai pasok,” jelas dia.
Budi mengatakan pasar modern yang berbentuk retail modern memiliki tanggung jawab sebagai tulang punggung perdagangan dan ekonomi di sektor konsumsi Indonesia. Retail modern berperan sekitar 18% terhadap konsumsi masyarakat.
“Jadi modern market itu akan terus bertumbuh sesuai dengan gaya hidup dan perilaku konsumen saat ini,” ujar dia.
Budi menjelaskan Harmoni ini menjadi bagian dari gelaran penghargaan untuk retail modern dan Indonesia Retail Summit 2025. Penghargaan yang diberikan menjadi salah satu pemicu agar retail tersebut dapat menjajaki pasar global.
Baca Juga
Mendag Tak Ambil Pusing Maraknya Fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) di Pusat Belanja
Asisten Deputi Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Ismariny mengatakan mengapresiasi program dan gelaran Hippindo tersebut. Sebab, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang konsumsi rumah tangga sebesar 54%.
“Sehingga kemudian konsumsi inilah yang sebenarnya menjadi penopang cukup kuat untuk perekonomian kita,” kata Ismariny.
Ismartiny mengatakan konsumsi rumah tangga Indonesia masih menunjukkan optimisme. Ini ditunjang oleh data Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang naik tipis pada Juni 2025. Meskipun sempat turun pada Mei 2025, IKK pada Juni 2025 mengalami kenaikan. Pada Mei 2025, IKK sebesar 117,5 dan pada Juni 2025 sudah naik menjadi 117,8.
“Memang sedikit, tapi angka di atas 100 ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sebenarnya optimis terhadap perekonomian,” ujar dia.
Keyakinan ini ditopang oleh penjualan eceran yang naik pada Mei 2025. Indeks penjualan eceran (IPR) naik menjadi 232,4 atau tumbuh 2,6% secara tahunan. Sementara itu, pada Juni 2025, IPR diproyeksikan tumbuh 2% secara tahunan atau mencapai level 233,7.
“Nah, dengan program-program belanja ini diharapkan selain bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, juga bisa memberikan multiplier efek terhadap industri dan UMKM kita,” kata dia.

