IESR: Industri Hijau RI Butuh Investasi hingga Rp 4,65 Kuadraliun untuk Capai NDC 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Institute for Essential Services Reform (IESR) mengungkapkan, Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$ 285 miliar atau sekitar Rp 4,65 kuadriliun dengan estimasi kurs Rp16.315 untuk mengembangkan industri hijau dan mencapai Nationally Determined Contribution (NDC) pada 2030.
"Biisa lihat sendiri ada kebutuhan US$ 285 miliar yang harusnya kita punya untuk bisa membuat sampai itu mercapai di NDC 2030," ucap Program Manager Dekorbonisasi Industri IESR Juniko Nur Pratama saat Media Luncheon IESR, Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Juniko menjelaskan, hingga saat ini, kebutuhan investasi tersebut telah dialokasikan melalui sektor keuangan US$ 41,67 miliar atau Rp680 triliun, dan US$ 96,90 miliar atau Rp1,5 kuadriliun dari anggaran perubahan iklim pemerintah.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, masih ada gap investasi sebesar 51%, yakni senilai US$ 146,43 miliar atau setara dengan Rp 2,3 kuadriliun guna mencapai target NDC 2030.
Lebih lanjut, ia juga memaparkan, investasi di industri hijau memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar Rp 638 triliun hingga tahun 2030. Selain berpeluang membuka lapangan pekerjaan sebanyak 1,7 juta orang hingga 2045.
Di sisi lain apabila potensi pendanaan bisa diwujudkan, maka industri hijau mendapatkan nilai investasi yang memadai dan turut memberikan kontribusi terhadap rata-rata pertumbuhan PDB setiap tahun sebesar 6,3% hingga 2045.
"Dengan investasi memadai industri hijau dapat mengakselerasi pertumbuhan," ungkap Juniko.

