Pengusaha Muda Dorong Adaptasi dan Inovasi di Era Ketidakpastian Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Masa transisi pemerintahan yang disertai ketidakpastian ekonomi menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha, khususnya sektor konstruksi. Namun situasi ini justru menjadi momentum untuk melakukan terobosan dan memperkuat ketahanan bisnis.
Dalam pertemuan yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta bersama Tokyo SME Support Center baru-baru ini, Direksi PT Orchik Sejahtera Nusapalas Angga Mahendra mengungkapkan bahwa pelaku usaha, terutama kontraktor, tidak boleh berdiam diri. Menurutnya, pengusaha harus mampu melakukan seleksi proyek secara cermat dan tidak terpancing hanya karena nilai kontrak besar.
“Harus berani mengatakan ‘tidak’ kepada proyek-proyek yang berisiko terhadap arus kas. Feasibility study terhadap perusahaan pemberi kerja mutlak dilakukan untuk menilai kekuatan keuangan mereka,” ujar Angga dalam siaran pers, Jumat (18/7/2025).
Baca Juga
Hipmi Berharap Transformasi BUMN tidak Korbankan UMKM dan Pengusaha Muda
Langkah tersebut terbukti efektif. PT Orchik Sejahtera Nusapalas, perusahaan kontraktor nasional dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18% pada akhir 2023, di tengah masa transisi pemerintahan. Keberhasilan ini disebut Angga sebagai hasil dari pemilihan mitra kerja yang tepat dan pengelolaan proyek yang berhati-hati.
Angga juga menyoroti pentingnya diversifikasi usaha. Perusahaannya telah mengembangkan lini bisnis di luar konstruksi, seperti penyediaan bahan bangunan, properti dan manajemen aset, serta e-commerce. “Diversifikasi ini menjadi penyangga arus kas saat terjadi perubahan iklim ekonomi, termasuk saat pengalihan anggaran proyek BUMN dan pemerintah,” ujarnya.
Baca Juga
Pengusaha Muda Brilian 2024, Bukti Keberpihakan BRI dalam Mengembangkan UMKM Berdaya Saing Global
Selain diversifikasi, perusahaan juga menerapkan strategi pengelolaan laba yang konservatif dengan menyisihkan cadangan kas untuk menopang operasional, terutama dalam kondisi darurat seperti pandemi. “Cadangan ini menjadi penyelamat agar perusahaan tidak perlu melakukan PHK,” katanya.
Terakhir, Angga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan klien dan mitra perbankan. “Menjaga kualitas pembayaran atas fasilitas kredit adalah kunci membangun kepercayaan. Dukungan permodalan dari mitra keuangan sangat menentukan keberlangsungan bisnis,” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Angga didampingi oleh Andi Sulistyo Wibowo yang juga menjabat sebagai anggota direksi PT Orchik Sejahtera Nusapalas. Keduanya sepakat bahwa di tengah tantangan, konsistensi dalam tata kelola usaha menjadi faktor utama menjaga keberlanjutan perusahaan.

