Pupuk Indonesia Gandeng Entitas Energi Mega Persada (ENRG), Amankan Pasokan Gas Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) terkait rencana penyediaan gas bumi dengan anak usaha PT Energi Mega Persada (EMP) Tbk (ENRG).
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjelaskan, penandatangan kedua MoU menjadi langkah penting dalam menjamin ketersediaan bahan baku pupuk, sekaligus mempercepat transisi energi demi keberlanjutan industri pupuk nasional dalam mendukung ketahanan pangan.
“Melalui MoU strategis tersebut, Pupuk Indonesia tidak hanya memperkuat ketersediaan bahan baku namun juga menjadi enabler transisi energi bersih. Tujuannya, mewujudkan swasembada pangan dan industri pupuk yang lebih tangguh, efisien dan berkelanjutan,” ujar Rahmad, dikutip pada Sabtu (12/7/2025).
MoU dilakukan oleh Pupuk Indonesia dengan EMP Gebang Limited, selaku operator pada Wilayah Kerja Gebang. Melalui penandatanganan ini, Pupuk Indonesia dan EMP Gebang Limited akan melakukan kajian, evaluasi, dan pertukaran informasi tentang peluang kerja sama pemanfaatan pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja Gebang di Sumatera Utara.
Baca Juga
Wamentan Sudaryono Diangkat Jadi Komisaris Utama Pupuk Indonesia
Dalam MoU tersebut, Pupuk Indonesia mengkaji kemungkinan pemanfaatan gas milik EMP Gebang dengan estimasi jumlah penyerahan harian sekitar 100 BBTUD.
Rahmad mengatakan, Wilayah Kerja Gebang merupakan salah satu potensi pasokan gas domestik jangka panjang yang sangat relevan dan selaras untuk pengembangan atau revitalisasi pabrik pupuk di Sumatera Bagian Utara.
Pasokan gas dari Wilayah Kerja Gerbang diharapkan dapat mendukung operasional dan rencana revitalisasi pabrik di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).
“Melalui nota kesepahaman ini, kami akan mendapat dukungan suplai gas dari salah satu blok milik EMP. Sehingga insya Allah dengan tambahan tersebut, kita bisa banyak melakukan di PIM, termasuk juga bisa merevitalisasi,” kata Rahmad saat penandatangan MoU di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Dia menekankan, ketersediaan gas sebagai bahan baku utama merupakan faktor krusial dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional. Dia menambahkan rencana revitalisasi pabrik milik PIM juga sangat bergantung pada kepastian suplai gas untuk menjaga keberlanjutan operasional, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus mendorong efisiensi.
“Untuk bisa melakukan revitalisasi pabrik, kita membutuhkan dukungan suplai gas jangka panjang,” imbuhnya.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) akan Private Placement 10% Saham, Bagaimana Target Harganya?
Sementara itu, Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan Energi Mega Persada Edoardus Ardianto mengatakan, EMP Gebang Limited berkomitmen mendukung kebutuhan bahan baku industri pupuk dengan memastikan pasokan gas bagi Pupuk Indonesia. Ia menegaskan bahwa perusahaan akan mendorong percepatan produksi untuk menjawab kebutuhan gas yang krusial bagi Pupuk Indonesia.
”Dari diskusi sebelumnya kami mengerti bahwa Pupuk Indonesia membutuhkan sekitar 100 juta kaki kubik gas per harinya untuk pengoperasian pabrik-pabrik. Gebang diharapkan dapat memulai produksi gasnya sekitar 40 juta kaki kubik per hari pada 2027,” ujar Edoardus.
Produksi gas tersebut diharapkan akan meningkat menjadi 100 juta kaki kubik gas per hari pada 2030. Pupuk Indonesia menjadi salah satu target pasar dari gas yang diproduksikan oleh Gebang di masa mendatang.

