Pertegas Pionir Teknologi Nonmigas, Elnusa Sukses Garap Proyek Seismik Tambang Batu Bara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina, menyelesaikan proyek survei seismik 3D dan multi-2D pertama di sektor pertambangan batu bara. Proyek ini dilaksanakan di area konsesi milik PT Wahana Baratama Mining (WBM), anak usaha Bayan Group, di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.
Keberhasilan ini menegaskan posisi Elnusa sebagai pionir teknologi survei seismik non-migas di Indonesia.
"Proyek ini menjadi bukti ekspansi strategis Elnusa di luar sektor migas, dengan fokus pada pemetaan sebaran batu bara dan identifikasi zona lemah (fault) guna mendukung perencanaan tambang bawah tanah yang lebih aman dan efisien," kata Direktur Operasi Elnusa Endro Hartanto dalam keterangannya, Jumat (11/7/2025).
Baca Juga
Kegiatan akuisisi sampai processing data berlangsung selama 6 bulan, dimulai sejak November 2024 hingga April 2025. Survei ini mencakup luasan 25,85 km² untuk area 3D dan 13,14 km lintasan untuk multi-2D. "Inisiatif ini menegaskan kontribusi Elnusa dalam mendukung pembangunan energi nasional berkelanjutan," kata dia.
Dalam implementasinya, Elnusa mengandalkan akurasi desain teknologi akuisisi terbaik yang menghasilkan data berkualitas tinggi dan presisi. Teknologi vibroseis, seperti IVI EnviroVib 15 dan Hemi 44 digunakan sebagai sumber getar, dikombinasikan dengan perangkat penerima nodal Smart SOLO IGU-16 1C berfrekuensi 5 Hz.
“Teknologi yang kami gunakan, seperti Vibroseis dan Smart SOLO, memungkinkan kami memberikan data eksplorasi akurat, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” kata dia.
Desain akuisisi disusun secara high-density oleh tim teknis Elnusa guna memastikan resolusi vertikal maupun horizontal secara optimal. Pendekatan ini memberikan gambaran bawah permukaan lebih menyeluruh dibandingkan metode konvensional, seperti bor coring.
Endro menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya membuka peluang baru di sektor pertambangan batu bara, tetapi menegaskan posisi Elnusa sebagai pionir teknologi survei seismik non-migas di Indonesia. Dengan kapabilitas geofisika terintegrasi dari hulu ke hilir, Elnusa siap menjadi mitra strategis dalam mendorong keberlanjutan sektor energi nasional.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Ungkap Inovasi Baru untuk Dorong Reaktivasi Ribuan Sumur Minyak Idle
Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor Elnusa, mulai tim akuisisi, pemrosesan data, hingga tim interpretasi yang bekerja sesuai standar mutu tinggi. Dengan visi sebagai penyedia solusi sektor energi, langkah ini mencerminkan kemampuan Elnusa menjangkau sektor-sektor strategis lain yang berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional secara komprehensif.
Research & Development Manager PT Wahana Baratama Mining (WBM) Lucasz Jerzy Szendra menyampaikan apresiasinya atas sinergi dan hasil kerja tim Elnusa dalam proyek survei seismik ini. “Interpretasi dan penyajian hasilnya memuaskan sesuai yang kami butuhkan. Semoga ke depan kami dapat kembali bekerja sama dalam proyek lainnya,” kata Lucasz.

