Terkoneksi dengan 8 Mal, Transjakarta Bersedia Jadi Operator Transjabodetabek. Cek Mal Mana?
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai langkah awal dalam mewujudkan penambahan rute Jabodetabek Residence Connexion (JRC) di 117 perumahan Bodetabek, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menggandeng Dishub Provinsi DKI Jakarta dan BUMD PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebagai salah satu operator yang akan melayani rute-rute JRC tersebut. Pembahasan telah dilakukan dalam pertemuan antara Plt Kepala BPTJ, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan perwakilan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Dalam pertemuan tersebut, Plt Kepala BPTJ Suharto menyampaikan, Transjakarta telah menyatakan ketertarikannya untuk ikut ambil bagian sebagai operator pada sejumlah usulan rute pengembangan JR Connexion yang telah di-mapping BPTJ. “Alhamdulillah, dari hasil pertemuan awal ini, Transjakarta telah tertarik sebagai operator pada 6 dari 117 rute baru JR Connexion yang telah kami petakan dengan jumlah 22 unit,” kata Suharto dalam keterangan di Jakarta, Rabu (23/01/2024).
Baca Juga
Penduduk 30 Juta Melebihi Australia, Jabodetabek Harus Jadi Jakarta Megapolitan
Selain itu, lanjut dia, Transjakarta siap untuk mengambil bagian dalam program lainnya, yaitu pengembangan rute Transjabodetabek pada 8 mal yang ada sekitar Bodetabek. Ini di antaranya Margocity Mall (Depok), Grand Serpong Mall (Tangerang), dan Mega Mall Ciputat (Tangerang Selatan). Sedangkan total armada yang akan disiapkan sebanyak 18 unit.
Layanan Premium
Transjabodetabek yang akan didukung oleh Pemprov DKI merupakan layanan Transjabodetabek Premium dengan origin yang dianggap potensial berdasarkan hasil analisa BPTJ yang dilakukan pada 2023. Pemetaan dilakukan pada mal yang dianggap mempunyai fasilitas park and ride, sehingga memiliki demand yang cukup tinggi untuk menjadi alternatif jika tidak memungkinkan melakukan penjemputan ke perumahan secara langsung.
Baca Juga
Penambahan rute layanan JR Connexion dan Transjabodetabek merupakan bagian dari program BPTJ demi meningkatkan moda share angkutan umum massal untuk masyarakat. Sesuai target Rancangan Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ), salah satu indikator kinerja utama BPTJ adalah pencapaian moda share angkutan umum massal sebesar 60% di tahun 2029. Guna mencapai target tersebut, layanan JR Connexion dan Transjabodetabek menjadi salah satu inovasi untuk melayani masyarakat dari permukiman menuju pusat perkotaan.
“Ini merupakan langkah awal yang baik dalam mewujudkan realisasi percepatan reformasi transportasi dalam rangka mengurangi kemacetan dan polusi di Jabodetabek. Di pertemuan selanjutnya, kami akan membahas hal-hal teknis yang lebih detail, sebelum melakukan penandatanganan MoU. Kami juga akan mengundang para pengembang, operator, dan pihak mal untuk nantinya bisa merealisasikan penyediaan JRC, Transjabodetabek, dan feeder LRT di wilayah Bodetabek,” ujar Suharto.
Demi mendorong masyarakat agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, Suharto mengungkapkan, angkutan umum massal adalah pilihan terbaik dan dapat diandalkan untuk aktivitas commuter.
"Kuncinya adalah pelayanan. jJka masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, dengan sendirinya masyarakat pasti akan berpindah ke angkutan umum massal," ucapnya.

