Mendag Budi Ingin RI Kuasai Pasar Produk Halal Australia Senilai Rp 131,5 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyebutkan, nilai impor produk halal Australia sungguh besar, mencapai US$ 8,13 miliar atau sekitar Rp 131,5 triliun per tahun. Untuk itu, ia ingin Indonesia merebut dan menguasai pasar halal Australia.
Berdasarkan data Australian Bureau of Statistics 2021, populasi muslim di Australia mencapai 813 ribu jiwa atau setara 3,2% dari total penduduk. Peran Australia sebagai negara ramah wisatawan muslim juga mendorong peningkatan berbagai permintaan produk halal di Negeri Kangguru tersebut.
Mendag Budi menjelaskan, Indonesia menempati peringkat ke-7 sebagai pemasok produk halal ke Australia dengan pertumbuhan ekspor mencapai 29,96% per tahun.
Baca Juga
Wapres Gibran Bicara Industri Halal, RI Berpeluang Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah
“Adanya tren peningkatan permintaan produk halal ke Australia membuka peluang bagi Indonesia untuk mengisi ceruk pasar produk halal di sana,” ucap Mendag Budi pada konferensi pers di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Untuk memperkuat penetrasi produk halal Indonesia ke pasar Australia, menurut Budi Santoso, Kemendag menjalin perjanjian kerja sama dengan Global Australian Halal Certification (GAHC). Salah satu isi perjanjian itu adalah penerbitan 1.000 sertifikat halal bagi UMKM Tanah Air.
Mendag Budi menyampaikan, produk halal dapat menyasar pasar yang lebih luas karena tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat muslim. Soalnya, produk halal telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Baca Juga
Pasar Halal Tak Lagi “Niche”: Mengapa Dunia Usaha Perlu Memahami Konsumen Muslim Global?
"Produk bersertifikat halal tidak hanya menarik bagi warga muslim, namun juga bagi warga nonmuslim. Produk halal menawarkan kebersihan, keamanan, dan manfaat bagi kesehatan. Penggunaan produk halal telah berkembang menjadi gaya hidup,” papar dia.
Data Kemendag menunjukkan, ekspor produk halal Indonesia ke berbagai negara di dunia pada 2024 didominasi empat kategori produk, yakni makanan senilai US$ 41,95 miliar, modest fashion US$ 8,28 miliar, farmasi US$ 0,73 miliar, dan kosmetika US$ 0,43 miliar.

