Apple Mau Beli Startup AI yang Jalin Kerja Sama dengan Telkomsel
CALIFORNIA, investortrust.id - Apple dikabarkan tengah menjajaki akuisisi startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal San Francisco AS, Perplexity. Langkah ini merupakan bagian strategi memperkuat portofolio AI Apple yang masih cukup tertinggal dari para pesaingnya, seperti Meta dan Google.
Adapun Perplexity telah menjalin kerja sama distribusi dengan operator telekomunikasi global, seperti Deutsche Telekom, SoftBank, hingga Telkomsel.
Mengutip Bloomberg, Minggu (22/6/2025), diskusi internal telah dilakukan jajaran eksekutif, seperti Kepala Akuisisi Apple Adrian Perica, Chief of Services Apple Eddy Cue dan pimpinan tim AI. Namun, Apple belum melakukan pembicaraan langsung dengan manajemen Perplexity.
Langkah ini mencerminkan keseriusan Apple dalam merespons tren investasi AI yang makin kompetitif di kalangan raksasa teknologi. Sebelumnya, Meta disebut-sebut sempat mengajukan tawaran serupa pada awal 2025, tetapi belum membuahkan hasil. Hingga kini, Apple maupun Perplexity belum memberikan konfirmasi resmi terkait potensi akuisisi ini.
Baca Juga
“Kami tidak mengetahui adanya diskusi merger dan akuisisi saat ini maupun di masa depan yang melibatkan Perplexity,” kata pihak startup dalam pernyataan resmi baru-baru ini.
Perplexity dikenal sebagai mesin pencari berbasis AI yang memadukan teknologi chatbot dengan penyajian hasil pencarian yang disertai sumber. Sejak diluncurkan pada akhir 2022, Perplexity mengalami pertumbuhan pesat, termasuk mengambil pasar dari Google Search.
Saat ini, startup tersebut memiliki 30 juta pengguna aktif bulanan dan menangani lebih 600 juta pencarian per bulan. Pendapatan Perplexity pun melonjak, dari run-rate sebesar US$ 5 juta pada awal 2024 menjadi sekitar US$ 100 juta pada pertengahan 2025.
Skalabilitas dan model bisnis freemium Perplexity yang kuat menjadikan perusahaan ini target menarik bagi para pemain besar yang ingin mendominasi sektor AI generatif dan pencarian berbasis natural language. Apple diperkirakan memanfaatkan akuisisi sebagai jalan pintas memperkuat kemampuan Siri dan Spotlight.
“Generative AI menjadi medan persaingan utama saat ini. Perusahaan, seperti Apple harus punya strategi akuisisi yang tepat untuk menjaga relevansi di ekosistemnya,” kata analis dari Wedbush Securities, Dan Ives, dalam sebuah catatan pasar.
Baca Juga
Namun, akuisisi semacam ini tak lepas dari tantangan. Perplexity saat ini tengah menghadapi tekanan dari sejumlah media besar terkait dugaan pelanggaran hak cipta, menyusul praktik scraping konten untuk kepentingan pelatihan model AI mereka.
Di sisi lain, Perplexity juga telah menjalin kerja sama distribusi dengan operator telekomunikasi global, seperti Deutsche Telekom, SoftBank, hingga Telkomsel. Mereka juga mengembangkan lini produk enterprise dan menjalin kemitraan konten dengan publisher seperti Time dan Der Spiegel.
Jika akuisisi benar terjadi, maka ini bisa menjadi langkah besar Apple dalam menghadirkan pencarian dan asisten digital yang lebih cerdas, kontekstual, dan kredibel. Mengingat tren adopsi AI di berbagai sektor kini makin meningkat, akuisisi ini dapat membuka jalur baru pertumbuhan Apple, khususnya di ranah layanan digital dan ekosistem perangkatnya.

