DHL Bakal Bangun Fasilitas Baru di Surabaya, Nilai Investasinya Masih Dirahasiakan
JAKARTA, Investortrust.id - Perusahaan logistik kelas global DHL menyampaikan rencana pembangunan fasilitas baru di Surabaya sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjangnya. Pembangunan fasilitas ini dilakukan di atas lahan seluas 10.000 meter persegi dan merupakan bagian dari investasi besar yang dilakukan perusahaan di tengah ekonomi global yang menantang.
Disampaikan Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, proyek ini mencerminkan kepercayaan DHL terhadap keberlanjutan bisnisnya di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa meskipun rincian lengkap akan diumumkan melalui keterangan resmi.
“Mohon maaf kami belum bisa menyebutkan berapa investasi yang akan dikucurkan. Namun pembangunan fasilitas ini menekankan pentingnya kesejahteraan karyawan, di mana DHL berinvestasi pada infrastruktur yang akan menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan efisien melalui sistem otomatisasi yang membantu meringankan beban kerja,” kata Ahmad dalam paparan Strategy 2030 – Accelerate Sustainable Growth di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Investasi ini tentu bukan yang pertama kali dikucurkan DHL. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah menyelesaikan investasi sebesar 25 juta Euro pada akhir tahun lalu, dan sedang menyiapkan sejumlah proyek baru sebagai bagian dari strategi jangka panjang hingga 2030.
Matthias Helmut Gehrsitz, Managing Director DHL Supply Chain Indonesia, menyatakan bahwa DHL menargetkan untuk menggandakan skala bisnisnya di Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Ia menyampaikan optimisme tinggi terhadap potensi pertumbuhan Indonesia, yang dinilai sebagai salah satu “growth country” secara global karena fundamental ekonominya yang kuat dan prospek jangka panjang yang positif, berbeda dengan beberapa negara lain yang mengalami pertumbuhan negatif.
Baca Juga
DHL Terapkan Strategi Adaptif di Tengah Meningkatkan Eskalasi di Timur Tengah
DHL tidak hanya berfokus pada pertumbuhan di kota-kota besar, tetapi juga menargetkan daerah dengan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Selain Surabaya, DHL juga terus memperkuat investasinya di Semarang, serta menjajaki potensi pertumbuhan di kota-kota seperti Batam, Jakarta, dan kawasan Indonesia Timur seperti Sulawesi.
Salah satu contoh nyata disampaikan Ahmad. Keberhasilan investasi DHL di Indonesia salah satunya adalah fasilitas Jakarta Execution Center (JDC) yang telah dibangun di atas lahan seluas 14.500 meter persegi, dengan bangunan seluas 11.200 meter persegi.
Fasilitas ini bahkan menjadi referensi bagi para menteri Indonesia dalam menunjukkan kemampuan penanganan kargo udara kepada mitra asing. Saat pandemi COVID-19 melanda, fasilitas ini menjadi bagian krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran infeksi dengan menyediakan sistem segregasi shift yang efektif.
Dalam kesempatan yang sama, Matthias juga menyampaikan sejumlah sektor lain dipandang memiliki peluang pertumbuhan pesat adalah energi terbarukan di Indonesia, khususnya baterai kendaraan listrik (EV). Menurutnya target Indonesia untuk menjadi salah satu dari tiga produsen baterai EV terbesar di dunia pada tahun 2027 juga sejalan dengan fokus Strategy 2030 DHL di bidang ini.
“Sejak tahun lalu, kami telah melihat setidaknya ada tujuh produsen kendaraan listrik (EV) yang berkomitmen untuk membangun fasilitas produksi di Indonesia. Selain itu, banyak perusahaan EV asal China yang menunjukkan minat besar dalam mencari mitra logistik yang mampu menyediakan layanan logistik menyeluruh secara aman dan sesuai regulasi. Pengalaman kami yang sudah ada di industri otomotif bersama pelanggan seperti Chery dan Wuling Motors, ditambah kapabilitas regional serta pengetahuan mendalam di industri EV, menempatkan kami pada posisi strategis untuk membantu para pelaku EV menavigasi lanskap bisnis di Indonesia,” ujar Matthias.
Untuk mendukung industri yang berkembang pesat ini, pelanggan DHL di sektor kendaraan listrik (EV) mendapatkan akses ke solusi logistik menyeluruh dari hulu ke hilir yang dirancang khusus untuk supply chain EV. Solusi ini mencakup Manajemen transportasi multimoda, Pergudangan khusus dengan layanan bernilai tambah penting seperti pengujian dan pengisian daya baterai, Solusi menyeluruh untuk penanganan baterai purna jual, Tim khusus logistik EV dengan keahlian mendalam dalam menangani kompleksitas sektor, yang menurut sekaligus memastikan standar tinggi keselamatan dan kepatuhan tetap terjaga.
Baca Juga
Permen Komdigi 8/2025 Dinilai Bisa Perkuat Ekosistem Logistik Nasional
Matthias juga menyampaikan sektor Life Science dan layanan kesehatan (LSHC) di Indonesia memiliki peluang yang sangat besar, kendati masih dalam tahap pengembangan. Selama ini, Indonesia sangat bergantung pada impor, namun pemerintah sedang mendorong pengurangan impor dan meningkatkan kemandirian nasional.
Diperkirakan nilai pasar sektor farmasi akan meningkat hingga US$11 miliar (sekitar EUR 9,5 miliar) pada tahun 2025.
“Bagi kami, hal ini berarti berinvestasi pada infrastruktur logistik yang tepat untuk mendukung ambisi tersebut, seperti menerapkan solusi cold-chain khusus yang andal dapat mendorong Perusahaan-perusahaan untuk membangun fasilitas mereka di Indonesia,” imbuh Nicholas Bongsosartono.

