Gunung Marapi Erupsi, tetapi Operasional Bandara Minangkabau Masih Aman
JAKARTA, investortrust.id - Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi pada Rabu (18/6) pukul 20.09 WIB. Kolom abu tercatat naik setinggi sekitar 700 meter dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi letusan hampir dua menit. Meski demikian, operasional Bandar Udara (Bandara) Internasional Minangkabau masih anam alias normal.
Menanggapi kejadian tersebut, Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mengeluarkan peringatan penyebaran abu vulkanik hingga ketinggian 12.000 kaki ke arah timur. Status penerbangan ditetapkan pada tingkat aviation colour code orange.
Baca Juga
Kementerian PU Bakal Bangun Sabo Dam Gunung Marapi Senilai Rp 225 Miliar
Meteorological Watch Office (MWO) Jakarta turut mengonfirmasi arah pergerakan abu vulkanik ke timur dengan kecepatan angin 10 knot. Intensitas abu dilaporkan terus melemah.
Laporan Aeronautical Information for Volcanic Ash (Ashtam) nomor VAWR3389 menyebutkan tidak terdapat sebaran abu dalam bentuk poligon yang perlu diwaspadai penerbangan.
''Berdasarkan evaluasi menyeluruh, operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Minangkabau tetap berjalan normal," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan secara intensif dan menyampaikan pembaruan apabila terjadi perkembangan yang berdampak pada keselamatan penerbangan.

