Ini Komoditas yang Berpotensi untuk Diekspor ke Eropa Saat IEU-CEPA Terealisasi
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian menganalisis sejumlah komoditas yang berpotensi untuk bersaing di pasar Eropa. Analisis ini mempertimbangkan komoditas dari delapan kelompok produk.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon mengatakan komoditas pertama yang potensial dipasarkan ke Uni Eropa yaitu alas kaki.
“Alas kaki ada tiga HS Code yang memang kita top 20 dan saat ini kita baru sanggup 3% dari total pasar di Uni Eropa,” kata Ali, di kantornya, Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Komoditas alas kaki asal Indonesia masih kalah bersaing dengan produk alas kaki buatan Vietnam, China, dan India. Seperti diketahui, Vietnam telah memiliki free trade agreement (FTA) dengan Uni Eropa.
“Saat ini tarif (alas kaki) dari Indonesia sebesar 8%” kata dia.
Baca Juga
IEU-CEPA Diharapkan Bisa Bantu Kerek Pertumbuhan Ekonomi RI 0,04%
Selain alas kaki komoditas lain berpotensi dimaksimalkan dalam perjanjian Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yaitu furnitur, produk ikan dan kopi.
Produk lain yang memiliki potensi besar yaitu koper. Menurut Ali, pasar koper di Uni Eropa memiliki nilai mencapai US$ 23 miliar.
“Tiga tertinggi terbesar itu yaitu China, Turki, dan United Kingdom. Tentu China menjadi bagian terbesar dari penyumbang ekspor (koper)” jelas dia.
Komoditas unggulan Indonesia yaitu minyak kelapa sawit (CPO) akan diuntungkan dengan kesepakatan IEU-CEPA. Dengan tarif yang dikenakan sebesar 8% CPO asal Indonesia masih memiliki pasar di Eropa.
“Kalau memang kita lihat tiga tahun terakhir ada tren turun. Mudah-mudahan dengan tanpa isu non-tarif, itu bisa menarik untuk minyak kelapa sawit,” ujar dia.
Sementara itu, material mentah asal Indonesia yang berpotensi menjadi daya tarik bagi Eropa yaitu biji tembaga dan turunannya. Pasar komoditas ini di Eropa mencapai US$ 10 miliar.
“Tarif (untuk Indonesia) saat ini di 5%. Kita masih punya 11% untuk pasar ekspor ke Uni Eropa,” ucap dia.
Komoditas terakhir yang berpotensi untuk ekspor ke Eropa yaitu karet alam. Saat ini, karet alam asal Indonesia punya tarif 6%. Total pasar ekspor untuk karet alam di Eropa yaitu US$ 2,8 miliar. Dua pesaing bagi Indonesia untuk ekspor ini yaitu Thailand dan Malaysia.

