PT IMC Bantah Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana Berafiliasi dalam Pertambangan di Raja Ampat
JAKARTA, investortrust.id - PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar di media sosial terkait keberadaan kapal-kapal yang diberi nama mirip dengan inisial Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan istrinya, Iriana Jokowi.
Beberapa hari terakhir ramai unggahan di media sosial (medsos) yang memperlihatkan keberadaan kapal-kapal dengan nama lambung JKW Mahakam dan Dewi Iriana. Di media sosial, kapal-kapal tug boat JKW Mahakam dan tongkang Dewi Iriana tersebut dinarasikan sebagai angkutan material tambang nikel di Raja Ampat.
Baca Juga
IMC Pelita Logistik (PSSI) Proyeksi Raup Pendapatan US$ 100 Juta
PT IMC Pelita Logistik dalam keterangan tertulisnya menegaskan sebagai perusahaan jasa logistik laut yang bergerak di bidang angkutan barang curah, khususnya produk mineral. Kegiatan tersebut dilakukan melalui skema penyewaan kapal kepada berbagai klien di seluruh Indonesia, dengan berlandaskan kontrak kerja yang tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku.
“Perseroan ingin menegaskan bahwa tidak memiliki afiliasi, kepemilikan, atau keterlibatan dalam aktivitas pertambangan, termasuk yang berada di wilayah Raja Ampat,” tulis pernyataan resmi manajemen, dikutip Kamis (12/6/2025).
Perseroan juga menjelaskan seluruh armada kapal, termasuk yang disebut dalam pemberitaan di media belakangan ini merupakan murni sebagai sarana transportasi laut yang dioperasikan oleh pihak penyewa sesuai kebutuhan logistik mereka (perusahaan penyewa jasa).
Terkait penamaan kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana, pihak perusahaan menyatakan proses penamaan tersebut dilakukan secara internal dan tidak dimaksudkan untuk mengasosiasikan atau merujuk kepada tokoh publik mana pun.
“Pemberian nama JKW Mahakam karena sebagian kapal tug boat dioperasikan di Kalimantan Timur melintasi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur,” jelas mereka.
Adapun beberapa kapal-kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana milik PT IMC Pelita Logistik yang banyak beredar di medsos sebenarnya merupakan dokumentasi lama. Namun, dokumentasi itu kembali ramai belakangan ini setelah mencuatnya polemik tambang nikel di Raja Ampat.
"Dokumentasi yang beredar merupakan dokumentasi lama dan tidak mencerminkan kondisi operasional saat ini," kata manajemen.
Baca Juga
Sebagai perusahaan terbuka, PT IMC Pelita Logistik Tbk menyatakan selalu menjunjung tinggi prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan memastikan seluruh kegiatan operasional dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami berkomitmen menjaga integritas usaha dan akan terus memberikan informasi yang transparan kepada seluruh pemangku kepentingan,” tulis pernyataan tersebut.

