Pertagas dan Husky-CNOOC Madura Limited Tambah Distribusi Gas di Jatim
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Gas (Pertagas) memperluas kerja sama strategis dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) untuk memperkuat distribusi gas di Jawa Timur. Hal itu ditandai penandatanganan tie-in agreement guna mengalirkan gas dari Lapangan BD milik HCML melalui fasilitas pipa transmisi East Java Gas Pipeline (EJGP) ruas Semare–Porong–Grati milik Pertagas.
"Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) akan melaksanakan tie-in di fasilitas pipa Pertagas di Semare untuk mengalirkan gas para buyer atau shipper ke konsumen di Jawa Timur," kata Direktur Utama Pertamina Gas Gamal Imam Santoso dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (22/4/2205).
Baca Juga
Distribusi Gas Bumi Sektor Komersial di Semarang Menggeliat Pasca Integrasi Infrastruktur Gas Jateng
Pelaksanaan tie-in juga akan menambah volume transportasi gas di ruas Pipa Semare-Porong-Grati dari gas Lapangan BD sebesar 10-15 MMscfd untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan LNG di Jawa Timur. "Kerja sama Pertagas dengan HCML untuk meningkatkan optimalisasi lapangan gas guna mendukung ketahanan energi nasional," kata dia.
Kerja sama dengan HCML bukan merupakan yang pertama kali bagi Pertagas. Sebelumnya, perseroan mendukung beberapa kerja sama tie-in, antara lain HCML-2M pada 2016 dan HCML-MAC pada 2023.
Gamal mengungkapkan, kerja sama ini menunjukkan konsistensi Pertagas dalam mendukung program pemerintah dalam monetisasi lapangan gas dan minyak bumi di Indonesia demi terciptanya swasembada energi sebagai salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga
Optimalkan Ceruk Pasar, PGN dan PTBA Inisiasi Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi SNG
“Diharapkan dengan dukungan Pertagas, dapat meningkatkan optimalisasi produksi gas dan minyak bumi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga ke Jawa Barat,” kata Gamal.
Pertagas hingga akhir 2024 telah membangun dan mengelola pipa transmisi gas sepanjang lebih 2.930 km, pipa minyak 605 km, dua LPG plant berkapasitas 1.130 ton per hari, terminal regasifikasi berkapasitas 400 BBTUD, dan LNG hub berkapasitas 127.000 m3.
Pada 2025, prioritas utama Pertagas dalam pengembangan bisnis, mencakup penguatan kinerja operasional dengan menjaga efisiensi dan keandalan infrastruktur. Selain itu, Pertagas terus melanjutkan pengembangan infrastruktur, memperluas jaringan pipanisasi energi, gasifikasi kelistrikan, dan infrastruktur pendukung lainnya.

