Beri Kompensasi Biaya, Pelindo Targetkan "Macet Horor" akibat Antre Ribuan Truk Peti Kemas di Tanjung Priok Selesai Minggu
JAKARTA, investortrust.id - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menargetkan "kamacetan horor" lalu lintas akibat antrean ribuan truk peti kemas di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara dapat diselesaikan Minggu (20/4/2025). Untuk mengurai kemacetan, Pelindo memberikan sejumlah kompensasi biaya masuk hingga biaya tol.
"Hari ini kami masih mengurai sisa dari kemarin hingga Sabtu. Hari Minggu diprediksi semua sudah dapat terselesaikan," kata Executive Director Regional 2 Pelindo, Drajat Sulistyo di Jakarta, Jumat (18/04/2025).
Ribuan truk antre mengular di Jalan Raya Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok sejak Rabu (16/4/2025) malam hingga hari ini akibat aktivitas bongkar muat yang menumpuk di dalam pelabuhan. Kemacetan tak hanya terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, tapi juga menjalar ke sejumlah kawasan lainnya di Jakarta. Kemacetan berlangsung hingga 12 jam.
Baca Juga
Pramono Anung Minta Maaf ke Masyarakat soal Kemacetan Parah di Priok
Menurut Drajat, Pelindo bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), regulator, Polres Pelabuhan, dan pemangku kebijakan terus bekerja mengurai kemacetan.
"Targetnya Senin kami sudah fokus pada bongkar muat untuk minggu depan," ujar Drajat, seperti dikutip Antara.
Drajat Sulistyo mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan permintaan dari regulator untuk melakukan bongkar muat. “Kami akan mengeluarkan rilis receiving dan delivery dengan pengawasan yang ketat,” tegas dia.
Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan Pelindo adalah melakukan shifting atau memindahkan terminal bongkar muat dari yang padat ke terminal yang kosong. "Ini sudah kami desain dan putuskan jumlah kapal yang akan dipindahkan bongkar muatnya," tutur dia.
Dia mencontohkan, Terminal JICT memiliki parameter 5.000 truk peti kemas dalam sehari, Terminal Koja 1.300 truk, dan NPCT1 dengan parameter 2.500 truk.
Baca Juga
Pelindo Sampaikan Permohonan Maaf atas Kemacetan di Sekitar Tanjung Priok Akibat Trafik Bongkar Muat
Kemacetan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, menurut Drajat, terjadi karena ada tiga kapal kargo besar yang sandar. Ketiga kapal ini terlambat sandar. Dua kapal seharusnya bersandar seminggu yang lalu, sedangkan satu kapal lainnya terlambat bersandar satu hari.
"Memang kami tidak memprediksi adanya keterlambatan kapal tersebut karena ada jadwal lengkapnya," ucap dia
Drajat Sulistyo mengemukakan, mobil angkutan yang ingin bongkar muat kontainer bertambah dan adanya jadwal libur panjang pada Jumat hingga Minggu membuat konsumen ingin mengambil kontainer mereka.
"Mereka secara bersama-sama melakukan order, yakni 4.200 truk yang datang secara bersamaan sehingga menimbulkan kemacetan panjang menuju dan keluar pelabuhan," ujar dia.
Beri Kompensasi Biaya
Drajat Sulistyo mengatakan, Pelindo memberikan sejumlah kompensasi biaya masuk hingga biaya tol untuk mengurai kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
"Kompensasi yang diberikan adalah menambah waktu pembatasan bagi truk yang masuk kawasan pelabuhan, kami juga tidak tarik biaya lagi bagi akses gate (pintu) yang kedaluwarsa," ujar Drajat Sulistyo yang didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, M Takwin.
Baca Juga
Pelindo Solusi Logistik Gandakan Capaian Kinerja Operasi Layanan Logistik di 2024
Menurut Drajat, pembebasan biaya Surat Penarikan Peti Kemas atau Surat Penarikan Peti Kemas Impor (SP2/TILA) sangat membantu pengendara kargo.
“Kami melepas gate agar pengendara truk angkutan peti kemas bisa melakukan tapping dan waktu kendaraan terjebak (stuck) diarahkan ke jalan tol. Biaya tol juga kami bantu agar kendaraan bisa masuk jalur tol," papar dia.
Selain itu, kata Drajat Sulistyo, Pelindo memberikan bantuan konsumsi kepada pengendara kargo yang terjebak kemacetan panjang tersebut. "Ini kami lakukan sejak kemacetan terjadi," tutur dia.

